Ukhti, Tetaplah Beribadah Meski Si Merah Datang di Bulan Ramadhan

Artikel ini di submit pada 2015/07/11 Oleh Rizka

Ukhti, Tetaplah Beribadah Meski Si Merah Datang di Bulan Ramadhan — Ramadhan adalah bulan paling berkah dan paling banyak pahala diantara bulan lainnya. Sayangnya tidak semua muslim dapat menikmati bulan Ramadhan secara utuh. Seperti ukhti fillah yang kedatangan “si merah”. Duh, sedih si merah datang apalagi datangnya pada 10 malam terakhir. Sebenarnya ukhti tidak perlu sedih saat kedatangan si merah. Allah SWT Sang Maha Pencipta sekaligus Maha Bijaksana. Meskipun ukhti kedatangan si merah tapi Allah SWT memberikan ridha dan pahala lain kepada ukhti. Ukhti masih bisa beribadah dan meraih keberkahan di bulan Ramadhan.

Ikhlaskan, Ukhti!

“Dan janganlah kamu terlalu mengharapkan (ingin mendapat) limpah kurnia yang Allah telah berikan kepada sebahagian dari kamu (untuk menjadikan mereka) melebihi sebahagian yang lain (tentang harta benda, ilmu pengetahuan atau pangkat kebesaran). (Kerana telah tetap) orang-orang lelaki ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan orang-orang perempuan pula ada bahagian dari apa yang mereka usahakan; (maka berusahalah kamu) dan mohonkanlah kepada Allah akan limpah kurnianya. Sesungguhnya Allah sentiasa Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu”. (An-Nisa’: 32)

Jika si merah datang, ikhlaskan saja. Ukhti tidak perlu iri dengan akhi yang dapat beribadah sepenuhnya di bulan Ramadhan. Karena iri hati menunjukan ukhti tidak ikhlas menerima qadha dan qadr. Lebih baik mengikhlaskan diri sebagai wujud keimanan ukhti terhadap qadha dan qadr. Karena dengan ikhlas, Allah SWT sudah memberikan ridha kepada ukhti. Dengan ikhlas, ukhti akan tenang dan selalu berprasangka baik kepada Allah. Insya Allah ada pahala tersendiri untuk orang yang ikhlas.

Tetap sahur, yuk!

Rasulullah SAW bersabda, “Makan sahurlah kalian. Sesungguhnya pada makan sahur tersebut terdapat keberkahan”. (H.R Bukhari dan Muslim)

Meskipun si merah datang, ukhti sebaiknya tetap bangun saat sahur. Ukhti bisa mempersiapkan makan sahur dan berkumpul dengan keluarga. Apalagi waktu sahur pada 1/3 malam terakhir itu adalah waktu yang tepat untuk beribadah dan berdo’a. Oleh karena itu, ukhti bisa melakukan ibadah alternatif seperti berikut ini:

  • Mendengarkan ayat-ayat Al Qur’an. Beberapa hadits memang melarang ukhti membaca Al Qur’an. Tapi tidak ada satupun ayat-ayat Al Qur’an dan hadits yang melarang ukhti mendengarkan lantunan ayat suci Al Qur’an. Oleh karena itu, ukhti dapat mendengarkan Al Qur’an menggunakan audio dari rekaman suara hafizh.
  • Mentadabburi ayat-ayat Al Qur’an. Ukhti dapat mempelajari makna dan terjemahan ayat-ayat Al Qur’an.
  • Memperbanyak dzikir, istighfar dan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  • Berdo’a kepada Allah SWT. Waktu sahur disebut waktu yang makbul untuk berdo’a.
  • Bermuhasabah dan merefleksikan diri supaya tetap lurus di jalan Allah SWT.
  • Menjawab adzan shubuh dan berdo’a setelah adzan.

 

Buka puasa bersama

Dari Zaid bin Khalid Al Juhani berkata; Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang memberi makan orang yang berbuka, dia mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun”. (H.R. At-Tirmidzi)

Saat berbuka puasa, ukhti bisa menyibukkan diri dengan memasak, menjamu dan mempersiapkan hidangan berbuka puasa. Ukhti juga bisa memberi makan dan takjil kepada fakir miskin dan anak yatim saat berbuka. Insya Allah ukhti akan mendapatkan pahala pula seperti pahala orang yang berpuasa bahkan tidak dikurangi sedikitpun.

Berlomba-lomba beramal yaumiyah

Meskipun ada ibadah yang dilarang saat Ramadhan, tapi masih banyak ibadah lainnya yang masih diperbolehkan saat si merah datang, seperti:

  • Berdzikir dan membaca Al Matsurah. Ukhti dapat berdzikir kapanpun terutama pagi dan petang.
  • Berdo’a. Berdo’a merupakan ibadah yang harus dikerjakan karena Allah SWT dapat memberikan ijabah kepada orang-orang yang berdo’a, termasuk ukhti yang sedang kedatangan si merah.
  • Bersedekah. Bersedekah sangat dianjurkan setiap waktu. Setiap harta yang ukhti sisihkan untuk bersedekah, Insya Allah akan diganti berlipat ganda.

 

Aktivitas sehari-haripun bernilai ibadah

Makan itu ibadah
Minum itu ibadah
Tidur itu ibadah

Ukhti yang pernah merasakan era 90’s tentu tau lagu tersebut. Iya, lagu yang dibawakan anak-anak tersebut menyarankan kita untuk beraktivitas sehari-hari yang bermanfaat karena semua aktivitas tersebut bernilai ibadah. Oleh karena itu, beraktivitaslah seperti biasa, beraktivitaslah yang bermanfaat untuk orang lain. Insya Allah semuanya akan bernilai ibadah. Bukankah tidak ada larangan beraktivitas saat si merah datang?

Perkaya ilmu, yuk!

Allah SWT menganjurkan setiap muslim untuk menuntut ilmu. Bahkan Allah SWT memuliakan orang yang berilmu. Menuntut ilmu juga dapat dilakukan kapanpun, dimanapun dan siapapun mulai dari bayi sampai lansia. Oleh karena, ukhti dapat memanfaatkan Ramadhan dengan menuntut ilmu, terutama saat keluarga ukhti sedang tarawih. Ukhti dapat mendengarkan ceramah agama, mengikuti pengajian, membaca buku agama, membagi ilmu kepada orang lain, memberi nasihat, memberikan tausyiah Islami melalui media sosial.

Si merah boleh saja datang, tapi kebersihan hati dan akhlak mulia kudu dijaga

Bulan Ramadhan memang bulannya pahala berlimpah. Tapi bulan Ramadhan juga bulannya ganjaran akhlak tercela. Karena itu, ukhti harus tetap berakhlak mulia meskipun saat kedatangan si merah. Ukhti harus tetap ramah, sabar, senyum. Hindarilah bergosip tapi jalinlah silaturrahim dengan orang lain.

Bagaimana ukhti, masih manyum saat si merah datang di Bulan Ramadhan? Sudah ngga lagi, kan? Banyak ibadah alternatif yang bisa dilakukan loh. Insya Allah ridha dan pahala masih bisa diraih saat kedatangan si merah. Yuk, beribadah!

Lazada-blog-finalist125

About the Author

Kontributor artikel pada Blog Lazada Competition 2015. Silahkan baca, share dan tuliskan komentar untuk posting keren ini :)

PROMOTION

homepage