TIPS Melaksanakan I’tikaf Dalam 10 Hari Terakhir Ramadhan

Artikel ini di submit pada 2015/07/10 Oleh Hesty Aisyah

 

TIPS Melaksanakan I’tikaf Dalam 10 Hari Terakhir Ramadhan — Bismillahirrahmanirrahiim.. Tak terasa Bulan Ramadhan 1436 Hijriah tinggal menghitung hari. 10 hari terakhir sedang kita masuki saat ini. Di 10 hari inilah, masa dimana semua umat muslim sedang melakukan ‘pencarian’ Malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik dari 1000 malam. Dan juga di 10 hari inilah, umat muslim beramai-ramai memadati Mesjid untu ber’itikaf.

 

Sedikit mengenai I’tikaf.

  • I’tikaf dari segi bahasa bermakna berdiam dan berhenti pada suatu tempat, tanpa memerhatikan tempat itu baik atau tidak.
  • menurut syara’ I’tikaf adalah duduk berdiam diri di masjid, tempat orang berjamaah dengan niat beribadah kepada Allah swt.
  • Menurut Mashab Hanafi, I’tikaf adalah tinggal atau menetap di masjid yang digunakan untuk shalat berjamaah dalam keadaan berpuasa serta diawali dengan niat untuk beI’tikaf.
  • Sedangkan Mazhab Syafi’I mendefinisikan I’tikaf dengan menetap di masjid yang dilakukan orang-orang tertentu dengan niat. (sumber : http://www.islamnyamuslim.com/)

 

Perintah Allah SWT dalam ber’itikaf selama bulan Ramadhan

  • Surah Al-Baqarah ayat 125 , “Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. dan Jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim [89] tempat shalat. dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.
  • Surah Al-Baqarah ayat 187 , “…kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf[115] dalam mesjid…”

 

Esensial Dari I’tikaf

Di bulan yang suci ini, I’tikaf bisa menjadi fasilitas bagi umat muslim untuk dapat bermunajat dan meninggikan derajat kualitas ibadahnya sebagai seorang hamba Allah. Karena pada saat i’tikaf inilah seseorang bisa sejenak melupakan semua masalah dunia dan lebih berfokus dalam menjalankan ibadah. Sungguh disayangkan sekali bagi mereka yang melupakan untuk ber I’tikaf di 10 hari terakhir ramadhan ini, karena selain dari esensi-esensi yang sudah disebutkan diatas tadi, poin yang palin penting adalah bahwa I’tikaf merupakan fasilitas yang UTAMA bagi Umat Muslim untuk dapat merasakan MALAM LAILATUL QADAR.

 

Ibn Abbas r.a. meriwayatkan , Rasulullah SAW pernah bercerita bahwa beliau mendapat wahyu dari Allah tentang seorang laki-laki Bani Israil yang berjihad di jalan Allah selama seribu bulan tanpa henti. Rasulullah SAW sangat kagum , lalu beliau berdoa, “Tuhanku , Engkau telah menjadikan umatku orang-orang yang pendek usia dan sedikit amalan”. Kemudian Allah memberi keutamaan kepada Rasulullah SAW dengan memberikan Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan yang digunakan oleh laki-laki Bani Israil itu berjihad di jalan Allah. Para sahabat Rasulullah SAW sangat kagum mendengar cerita itu. Mereka bertanya,” Ya Rasulullah , dapatkah kami meraih pahala sebagaimana yang diperoleh Syam’un?”. “Aku sendiri tidak tahu, ” jawab Rasulullah SAW. Kemudian beliau berdoa kepada Allah . Allah mengabulkannya dengan memberi malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan yang dipakai Syam’un berjihad di jalan Allah.

 

Begitulah salah satu kisah yang pernah terjadi pada zaman Rasullulah bersama dengan para sahabat. Allah begitu memuliakan hamba-hambanya yang rajin beribadah di Bulan Ramadhan, bahkan nilai kebaikannya bisa melebihi laki-laki Bani Israil yang berjihad selama seribu bulan tadi. Subhanallah, begitu Maha Suci Allah SWT.

 

Tips Agar Lebih Khusyu’ dalam Menjalankan I’tikaf

  • Pastikan anda sudah berniat kuat dalam hati bahwa anda akan ber’tikaf selama bulan Ramadhan untuk bermunajat pada Allah dan juga untuk menggapai Malam Lailatul Qadar.
  • Sucikan hati dan pikiran anda dari masalah duniawi selama ber’itikaf. Bayangkan diri anda saat beri’tikaf sangat dekat dengan Allah SWT, sehingga anda bisa lebih merasakan kedamaian saat ber’itikaf
  • Beritahu keluarga dan sanak saudara tentang rencana anda ingin ber-I’tikaf. Hal ini penting, karena mereka akan berfikir dua kali, tiga kali, untuk menganggu anda dalam hal-hal yang kurang penting selama perI’tikafan.
  • Ajak beberapa orang untuk ikut berI’tikaf dengan anda, berbincanglah dengan mereka mengenai kajian ilmu agama Islam selama berI’tikaf sebagai selingan.
  • Cari Tahu dan pelajari tentang apa-apa saja yang DILARANG dan DIPERBOLEHKAN selama I’tikaf. Anda juga bisa mempelajari I’tikafnya Rasullullah SAW, dan mempelajari bagaimana adab Beliau ketika beri’tikaf. (sumber: pengalaman pribadi).

 

Tingginya anemo Umat Muslim untuk beri’tikaf, tentunya akan berdampak positif bagi Mesjid agar kembali menjadi tempat pembinaan umat. dan juga bagi diri kita sendiri, bahwa sesibuk apapun kita, kita yang sebagai hamba-Nya harus selalu senantiasa menyediakan waktu untuk beribadah dan meningat Allah SWT. demikianlah, wassalam.

Lazada-blog-finalist125

 

About the Author

Kontributor artikel pada Blog Lazada Competition 2015. Silahkan baca, share dan tuliskan komentar untuk posting keren ini :)

PROMOTION

homepage