Strategi Memimbing dan Melatih Anak untuk Berpuasa

Artikel ini di Submit Pada 2015/06/27 Oleh Nazarul Achmad Yani

 

Strategi Memimbing dan Melatih Anak untuk Berpuasa — Assalamualaikum wr wb. Dalam islam, Hukum puasa di bulan Ramadhan adalah wajib bagi setiap muslim yang baligh (dewasa), berakal, dalam keadaan sehat, serta dalam keadaan tidak melakukan safar/perjalanan jauh.

 

Namun banyak sekali fenomena yang ditemui khususnya saat ini dimana hanya orang tua sajalah yang melakukan puasa sementara anak-anak mereka yang masih kecil dan belia dibiarkan untuk tidak menjalankan ibadah wajib ini. Seperti halnya sholat 5 waktu, ibadah puasa semestinya juga harus di ajarkan kepada anak- anak meskipun usia mereka masih belia.

 

Dengan adanya latihan dan bimbingan yang diberilkan untuk mereka untuk  berpuasa sejak dini oleh orang tuanya, diharapkan pengalaman tersebut menjadikan pembelajaran bagi si anak untuk terbiasa dengan rutinitas ibadah wajib satu ini. Lalu bagaimana strategi bimbingan dan latihan jita yang bisa diberikan kepada anak anak kita? Berikut ulasannya

 

  1. Ciptakan dekorasi rumah anda seindah mungkin dalam menyambut bulan suci ramdhan

Orang tua harus kreatif dalam membangun suasana rumah seperti layaknya membangun pesta ulang tahun anak. Misalnya Pada pintu rumah atau pintu kamar anak buatlah spanduk atau apapun secara sederhana yang bertulisan penyambutan bulan suci ramdahan, sehingga dalam benak anak akan bertanya mengapa pada bulan ini, ayah serta ibu mereka menghias rumah sebagus itu, dan orang tua berkewajiban memberikan penjelasan yang mudah dicerna bagi anak bahwa bulan puasa merupakan bulan yang istimewa yang didalamnya seluruh umat muslim diwajibkan berpuasa yang perlu disambut dengan bahagia sehingga mereka memberikan reaksi ketertarikan terhadap apa sebenarnya puasa ramadhan itu.

 

  1. Memberikan Tausiah yang menarik tentang hakikat puasa

Saat mereka sudah menunjukkan ketertarikan tentang puasa ramdahan, Orang tua dapat memberikan tausiah untuk anak anak mereka tentang hukum, pahala dan amalan puasa bagi setiap muslim. tausiah ini dapat diceritakan kepada anak anak sekreatif mungkin, bisa melalui dongeng atau cerita cerita lainnya. Dengan seperti itu, anak anak memiliki motivasi dalam dirinya sendiri untuk menjalankan ibadah puasa seperti apa yang ayah ibu mereka kerjakan.

 

  1. Aktivitas dan Menu Sahur

Saat anak-anak sudah berkeinginan untuk menjalankan ibadah puasa, orang tua juga mengajak dan melibatkan anak anak mereka untuk sahur bersama keluarga. Jika mereka masih kantuk, berilah cerita cerita pembangun semangat mereka untuk bersahur. Lalu bagaimana dengan menu sahurnya? Bagi ibu, buatlah menu makanan sahur yang di gemari anak-anak sehingga anak-anak berselara untuk makan sebagai bekal berpuasa nanti. Tetapi orang tua harus memastikan bahwa menu yang di sajikan memberikan nutirsi serta gizi yang cukup memberikan energi serta seimbang. Pemilihan bahan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral vitamin harus seimbang serta minuman yang diberikan pada anak juga harus memberikan nilai energi. Orang tua sebaiknya jangan memberikan vitamin penambah nafsu makan saat sahur karena dapat membuat anak cepat lapar pada siang harinya.

 

  1. Beri Kesempatan Berbuka

Pada umumnya, orang dewasa menahan haus, lapar serta dahaga selama kurang lebih  10-14 jam dari sahur sampai dengan berbuka. Aktivitas tersebut kadang masih terasa berat  bagi anak-anak kuta sehingga pada siang hari. Jika anak kita merasa lapar atau haus dan tidak bisa menahan lapar atau dahaga, beri kesempatan mereka untuk berbuka terlebih dahulu serta biarkan mereka makan lalu orang tua meminta kepada anak untuk melanjutkan latihan ibadah puasanya sampai waktu berbuka tiba.

 

  1. Memberikan Hadiah Dan Motivasi

Orang tua memberikan janji kepada si anak kalau anak mereka akan mendapatkan hadiah jika mereka berhasil melakukan peningkatan lamanya jam mereka berpuasa dari kehari hari. Hadiah tidak harus mewah tetapi sesuai dengan kebutuhan terbaik apa yang diperlukan anak anak. Misalnya hadiah baju baru untuk lebaran nanti, orang tua dapat memberikan kesempatan pada pada anak untuk memilih jenis baju apa yang mereka inginkan. Orang tua tidak perlu mengkhwatirkan atau repot akan hal itu, karena mereka bisa terbantu dengan mudah dengan cara mengakses situs online http://www.lazada.co.id/ untuk berbelanja secara efektif dan efesien.  Karena pada link tersebut, orang tua dengan mudah dapat melihat hadiah secara detail dari segi kualitas, dan harga yang diharapkan.  Lalu bagaimana bagi anak anak mereka yang mulai terlihat kendur dalam berpuasa, orang tua wajib memberikan motivasi yang terus membangun semangat mereka.

 

  1. Aktivitas Dan Menu Berbuka

Biasanya anak-anak sudah tidak sabar untuk menunggu bedug berbuka, orang tua khususnya sang ayah dapat mensiasati dengan mengajak anak untuk belajar agama bersama alias ngabuburit yang bermanfaat. Sementara itu, Ibu mereka menyiapkan menu yang sesuai dengan apa yang anak-anak minati. Hal ini sesuai sesuai dengan sahur mereka dimana menu berbuka juga wajib mempertimbangkan aspek keseimbangan gizi serta nutrisi yang seimbang.  Orang tua juga harus mengingatkan bahwa makan atau minum saat berbuka jangan sampai kekenyangan karena kekenyangan akan membuat perut terasa sakit sehingga anak-anak justru akan trauma dan enggan untuk berpuasa lagi.

 

Demikianlah 6 langkah yang dapat dijadikan alternatif bagi orang tua yang ingin mengajarkan anak-anak kecil mereka untuk berlatih berpuasa layaknya orang muslim yang dewasa (baligh), yang mampu berpuasa, berakal, sehat dan tidak dalam perajalanan jauh sehingga anak-anak kita terbiasa dengan belajar berpuasa.

Selamat mencoba

Wassalamualaikum wr wb

 

Lazada-blog-finalist125

About the Author

Kontributor artikel pada Blog Lazada Competition 2015. Silahkan baca, share dan tuliskan komentar untuk posting keren ini :)

PROMOTION

homepage