Ramadhan Bersama si Kecil (Agar si kecil Mengenang Indahnya Ramadhan)

Artikel ini di Submit Pada 2015/07/08 Oleh Darwanto

 

Ramadhan Bersama si Kecil (Agar si kecil Mengenang Indahnya Ramadhan) — Bismillahirrahmanirrahim… Semoga kita senantiasa dianugerahi kesehatan lahir dan batin agar tetap bisa menjalankan ibadah Ramadhan tahun ini degan lancar.

 

Saya percaya, setiap orang pasti mempunyai kenangan-kenangan manis pada masa kecil berkenaan dengan Ramadhan. Dan secara tidak langsung, kenangan-kenangan manis itulah (salah satunya) yang membuat kita begitu mengistimewakan Ramadhan yang memang sudah istimewa ini.

 

Dalam bulan yang penuh keistimewaan ini, tentu kita tidak mau menanamkan kesan pada si kecil bahwa Ramadhan adalah bulan yang membosankan. Bagimanapun, anak kecil tetaplah anak kecil, dan untuk melatih ibadah puasanya, terkadang orang tua harus mengeluarkan jurus bujuk rayu yang paling jitu agar si kecil tetap ‘bertahan’ menjalankan ibadahnya.

 

Dari kenangan-kenangan manis yang sampai detik ini masih melekat dalam ingatan saya, saya mencoba merangkum beberapa tips agar si kecil terus ‘on’ menjalankan aktifitas Ramadhan, aktifitas yang barangkali kelak akan ia kenang. Berikut tips-tips tersebut:

 

1. Si kecil wajib ikut makan sahur
Mebangunkan si kecil untuk ikut makan sahur terkadang membuat kita ngos-ngosan, sehingga tak jarang kita menyerah dan bergumam, “puasanya masih latihan, jadi tidak sahur tidak masalah”. Perlu kita sadari, meski makan sahur bukanlah perkara wajib, tapi ritual tersebut adalah salah satu ritual ‘sakral’ dalam bulan istimewa ini. Siapapun tak akan sudi bangun di akhir malam, mengacaukan tidur yang hangat, hanya untuk makan-makan. Tapi inilah salah satu yang membedakan bulan Ramadhan dari bulan-bulan yang lain. Bahkan umpama si kecil benar-benar ogah bangun, tak ada buruknya jika kita menyuapinya dalam keadaan tidur. Saya ingat, ibu saya pernah melakukan itu sewaktu saya kecil, menyuapi saya ketika saya tertidur sambil berbisik “sebentar lagi imsak, ayo cepat!”. Hingga mau tak mau saya pun terpaksa bangun dan menelan sesuap nasi hangat itu di sela-sela alunan tarhim jelang imsak. Dengan begitu si kecil akan mulai menanamkan pemahaman bahwa makan sahur di bulan puasa itu adalah penting dan sekali lagi ‘sakral’.

 

2. Mengajaknya jalan-jalan pagi
Yang saya maksudkan jalan-jalan pagi di sini bukan hanya jalan-jalan dalam arti harfiah, tapi juga melakukan kegiatan pagi yang mengalihkan rasa kantuk dan rasa malas di pagi hari. Bisa saja menyiram kembang, membersihkan rumput, menyapu halaman dan sebagainya. Atau bisa juga jalan-jalan pagi dalam arti sebenarnya, kita ajak si kecil berjalan santai sambil menikmati udara pagi. Kalau di kampung saya ada sebuah jalan besar yang diapit sungai dan persawahan. Setiap kali Ramadhan tiba, setiap pagi jalan itu selalu ramai oleh orang-orang yang menikmati udara dan sinar matahari pagi. Jalan itu selalu membuat saya merindukan suasana ramadhan di kampung halaman.

 

3. Menyiapkan menu-menu berbuka yang tidak biasa
Soal menu berbuka, tentu saja harus istimewa. Istimewa di sini bukan berarti harus mahal dan ribet. Banyak sekali menu-menu takjil dan masakan sederhana di internet yang bisa kita coba. Menu istimewa yang saya maksud di sini adalah menu yang tidak biasa. Sebagai contoh kecil, ketika di hari-hari biasa tempe kita masak dengan cara digoreng begitu saja, maka untuk menu berbuka kita bisa mencoba olahan tempe dengan cara lain, misalnya dibikin bola-bola tempe, atau sate tempe dan sebagainya. Kita juga membuat kreasi takjil yang manis-manis dengan bentuk dan warna yang menarik bagi anak-anak. Menu-menu kreasi semacam itu sudah betebaran di internet, dan tentu saja itu merupakan tantangan yang menarik Bagi anda yang gemar berkreasi dalam bidang kuliner.

 

4. Memintanya membantu memasak
Tips nomor empat ini berhubungan erat dengan tips nomor tiga. Untuk meringankan kegiatan memasak kita, juga untuk mengalihkan kejenuhan si kecil dan melatih ketrampilan motoriknya, kita bisa meminta bantuannya. Dari hal-hal yang ringan saja, missal memotong tempe dalam bentuk dadu, atau mengupas buah, dan sebagainya. Dalam keadaan menjelang berbuka, bisa dipastikan si kecil akan bertambah semangat ketika ia kita ajak beraktifitas dengan sesuatu yang ada hubungannya dengan makanan, dengan menu berbukannya nanti. Dan jangan lupa, ketika waktu berbuka tiba kita sampaikan terima kasih dan pujian ringan bahwa hasil menu masakan kali ini dibantu oleh si kecil.

 

5. Mengajaknya berkarib dengan masjid
Beberapa orang mungkin berpikir bahwa mengajak anak-anak ke masjid hanya akan menganggu kekhusyukan ibadah para jemaah. Bagaimana pun kebanyakan dari anak-anak lebih suka ramai sendiri, membikin gaduh, ketimbang turut beribadah atau setidaknya duduk diam di sebelah orang tuanya. Ya, memang begitulah sifat anak-anak. Dan menurut saya itu tidak masalah, itu lebih baik ketimbang anak kita duduk diam di depan televisi atau di depan layar Play Station.

 

Kebiasaan mengunjungi masjid perlu kita tumbuhkan sejak usia dini. Dan bulan Ramadhan adalah salah kesempatan terbaik untuk ‘mengenalkan’ masjid pada anak. Kita bisa mengajaknya bertadarus, sampai shalat tarawih berjamaah. Suatu kelak anak-anak akan menyadari bahwa kemakmuran ketika berada di masjid adalah sebuah kenangan indah yang akan terus ia rindukan, terutama di bulan Ramadhan.

Satu hal yang perlu digaris bawahi dari tips-tips tersebut adalah, bahwa kerjasama dan komitmen dari kedua orang tua sangat diperlukan. Bagaimanapun, setiap muslim, termasuk anak-anak kita, membutuhkan ‘kenangan indah ramadhan’ di masa kecil, hingga ketika ia dewasa kelak ia akan merasa dekat dan kembali pada ketenangan yang pernah ia dapati semasa kecil: sebuah kenangan indah bersama ramadhan.

 

Semoga artikel sederhana ini bisa mendatangkan kemanfaatan. Selamat menjalankan ibadah ramadhan, semola lancar dan berkah.

About the Author

Kontributor artikel pada Blog Lazada Competition 2015. Silahkan baca, share dan tuliskan komentar untuk posting keren ini :)

PROMOTION

homepage