Ramadan Ala Anak Muda

Artikel ini di Submit Pada 2015/06/28 Oleh Francana

 

Ramadan Ala Anak Muda — Assalamualaikum sahabat dan seantero jagat raya. Bulan ramadan adalah bulan penuh suci di mana kita dapat menjaga hawa nafsu dalam melakukan hal-hal yang tidak baik. Bukan hanya puasa makan dan minum, tetapi juga puasa hati agar tetap bersih dan bersinar bagi manusia-manusia di sekitarnya.

 

Anak muda pastinya memiliki darah muda, yang selalu merasa benar dan tak pernah mau mengalah (seperti lirik lagu Bang Rhoma) he he he…Gejolak-gejolak emosi yang selalu bergolak dalam diri anak muda sudah semestinya di kontrol dalam bulan puasa yang penuh berkah ini. Mengurangi kemarahan dan memperbanyak senyuman.

 

Anak muda memang harus tetap stay cool dan terlihat beken. Tetapi bukan berarti tidak mau mendengar nasehat dan petuah dari orang tua. Puasa juga mesti dijalankan dengan penuh agar berkah yang diterima berlipat ganda. Lalu bagaimana ramadan ala anak muda?

 

Anak muda selalu diidentikkan dengan sifatnya yang mudah emosi karena hal-hal yang nyebelin atau tidak sesuai dengan keinginannya. Yuk kita cermati hal-hal yang paling sering membuat kita emosi dan bagaimana cara mengatasinya agar tetap dalam kondisi tenang.

 

  1. Kejadian yang satu ini memang nyebelin banget. Jadi korban gosip memang banyak bentuknya, mulai dari digosipin jomblo ngenes, digosipin makan pakai kaki, digosipin gak pernah mandi, bahkan digosipin jadi bajak laut. Untuk mengatasinya, anak muda harus berlapang dada dan tersenyum pada orang yang menjadi sumber informasi itu. Senyumanmu akan membuatnya tersadar akan kesalahannya yang nista itu. Dia akan berpikir “Ternyata puasanya berjalan sukses,,,keren banget!!!”
  2. Disuguhin/ditawarkan makanan. Indonesia adalah negara yang penduduknya beranekaragam. Mungkin saja yang menawarkan makanan buatmu adalah orang yang tidak tahu bahwa kamu itu sedang berpuasa. So, keep calm dan jadikan itu sebagai ujian bagi puasamu di bulan ramadan. Ujian akan semakin membuatmu keren dan bernilai tinggi dalam mengontrol hawa nafsu. Kamu bisa menolaknya dengan cara halus dan sopan. Kalau memang ada yang sengaja ingin menggodamu untuk membatalkan puasa, katakan padanya bahwa perbuatannya itu tidak terpuji “C’mon bro, I’m a muslim and i’m proud”.
  3. Menyelak antrian. Budaya antri harus diterapkan sejak dini. Ketertiban mengantri adalah salah satu dari ciri masyarakat budaya modern yang beradab. Jadi anak muda sudah seharusnya mematuhi budaya antri agar membantu perkembangan bangsa ini. Kalau ada anak muda, atau bahkan orang tua yang tidak mau disiplin dalam mengantri, sebagai anak muda yang membawa perubahan harus berani untuk menegurnya dengan konstruktif dan santun. Budaya menegur perbuatan yang tidak baik adalah bagian dari esensi ramadan itu sendiri. Anak muda harus berani untuk menegur kebiasaan jelek agar dapat memajukan peradaban bangsa ini.
  4. Dituduh sebagai anak yang belum mengerti apa-apa. Oke, tuduhan ini memang yang paling sering dilontarkan oleh orang tua kepada anak-anaknya yang masih unyu-unyu, polos, dan tidak tercela. Hehehe….Orang tua sering berdebat dan berbeda pendapat dengan anak-anaknya. Hal itu patut untuk dimaklumi, karena pemikiran golongan tua dengan golongan muda cenderung berbeda karena faktor perbedaan zaman yang mempengaruhinya. Orang tua menuduh anaknya belum tahu apa-apa, belum merasakan asam dan garam kehidupan. (Anak zaman sekarang sudah semestinya menjawab “kami memang belum merasakan asam dan garam tapi kami sudah merasakan MSG kehidupan. Hahaha”. Sebagai anak muda yang baik, dan keren seharusnya menyikapi komentar dan tuduhan orang tua dengan bijak. Tidak perlu dengan amarah dan kembali melontarkan komentar sinis. Tanggapi dengan senyuman dan komunikasi yang baik dan santun. That’s cool!. Orang tua mana yang tak luluh dan mencair hatinya?.

 

Jadi anak muda harus berani dan tangguh menjalankan puasa di bulan ramadan. Masih banyak peristiwa atau kejadian yang membuat anak muda emosi-an dan tidak bisa menahan hawa nafsunya. Secara garis besar, anak muda harus bijak menghadapi kemarahan, kekesalan, dan kekecewaan yang ada di dalam dirinya. Anak muda yang keren harus tahu kapan harus diam, kapan harus bicara, dan kapan harus bertindak. Itulah esensi dari puasa itu sendiri.

Semoga puasa kalian semua lancar. Wassalamualaikum Wr.Wb.

 

Lazada blog finalist150

 

BIODATA

Nama pena      : Francana

Akun facebook: https://www.facebook.com/zxcbgsurya?ref=tn_tnmn

 

About the Author

Kontributor artikel pada Blog Lazada Competition 2015. Silahkan baca, share dan tuliskan komentar untuk posting keren ini :)

PROMOTION

homepage