Puasa Ramadhan dan Pinokio

Posting Ini Di Submit Oleh: Adrie Mesapati Soenarto – Juli 2014

PUASA RAMADHAN DAN PINOKIO — Pinokio ? Siapa yang tidak kenal dengan Pinokio, tokoh fiksi boneka kayu lucu dan legendaris karya besutan penulis Italia Carlo Collodi pada tahun 1883 ini sempat menjadi kisah dongeng populer seantero dunia. Pinokio memiliki sifat fisik yang unik, hidungnya akan bertambah panjang dua kali lipat setiap kali ia berbohong, namun bila ia berkata jujur dan menyadari kesalahannya, hidungnya akan kembali memendek. Kisah Pinokio dengan hidung panjangnya dalam dongeng ini menjadi sebuah tema yang dominan dalam alur cerita.

puasaramadhandan pinokio-adrie

Perlu sobat-sobat ketahui, dongeng pinokio sampai sekarang menjadi perumpamaan (tamsil) global bagi mereka yang gemar berbohong. Hidung panjang Pinokio acapkali dipakai sebagai sindiran dan simbol bagi para tokoh politikus, pejabat, atau pengusaha yang gemar membohongi masyarakat.

Lantas apa hubungan puasa Ramadhan dengan Pinokio? tahukah sobat, salah satu penyebab amalan puasa Ramadhan menjadi sia-sia dikarenakan perkataan dan perbuatan berbohong atau dusta. Kalau sobat kaji dalam kitab al-hadits atau kitab klasik Islam, seperti kitab Ihya Ulumuddin dan Riyadhush Shalihin. Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta (az-zuur) malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903).

Hadits tersebut menunjukkan tercelanya dusta. Dalam bahasa arab, kata zuur yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah dusta. Berdusta dilarang sepanjang waktu apalagi bila dilakukan di bulan suci Ramadhan.

Dusta dalam Islam merupakan tanda kemunafikan dan cabang dari kekufuran yang menghantarkan kepada kejahatan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Mas’ud RA, Rasulullah SAW bersabda,

“ Sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada al-birr (kebaikan), sedangkan kebaikan itu mengantarkan ke dalam surga. Sesungguhnya seseorang senantiasa bersikap jujur hingga ia dicatat di sisi Allah Ta’ala sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya al-kadzib (kebohongan) itu mengarahkan pada kejahatan, sedangkan kejahatan itu menjerumuskan ke dalam neraka. Sungguh seseorang senantiasa berbohong hingga dicatat sebagai pendusta.” (HR. Muslim no. 2607)

Untungnya Allah SWT tidak menjadikan orang-orang yang suka berbohong seperti Pinokio. Dapat sobat-sobat bayangkan kalau orang-orang yang berbohong tiba-tiba hidungnya menjadi panjang sekali, amit-amit deh..

Disinilah pentingnya puasa Ramadhan, puasa Ramadhan merupakan bulan super training dari sang Master Trainer, Allah SWT yang bertujuan pengolahan jiwa (riyadhatur ruhiyah) dan pembersihan diri (tazkiyatun nafs) manusia, sehingga hasil akhirnya akan melahirkan manusia yang bertakwa. Sebagaimana termaktub dalam al Qur’an surat Al Baqarah ayat 183,

“ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, ”

Oleh karena itu, kita wajib mempelajari rambu-rambu puasa Ramadhan sehingga bisa memaknai dan menjiwai semangat ibadah Ramadhan sebagaimana tuntunan nabi kita.

Mudah-mudahan, ibadah selama bulan Ramadhan yang kita lakukan menjadi penghapus dosa-dosa yang telah lalu, bak kertas yang menjadi bersih kembali sehingga di akhirat kelak kita terbebas dari siksa api neraka (itqun minan naar) dan di sambut dengan secercah senyuman hangat baginda kita, Rasulullah SAW, amin.

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengetahui pantang larangnya dan memperhatikan yang semestinya, maka hal itu akan menjadi pelebur dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya.” (HR.Ibnu Hibban).

stamp-Blog-Finalist-02


PROMOTION

homepage