Nuansa Romantis dari Sunshine Becomes You

Judul: Sunshine Becomes You

Penulis: Ilana Tan

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit: 2 Februari 2012

Tebal: 432 halaman

Musim hujan sudah tiba dan ini adalah saat yang tepat untuk mulai mengeluarkan novel-novel romantis Anda. Para penggemar buku dimanapun pasti setuju kalau suara dan nuansa yang dihasilkan hujan adalah teman paling sempurna ketika membaca novel romantis. Dan Ilana Tan adalah penulis yang bisa diandalkan untuk menghadirkan suasana sendu nan manis yang pas.

Setelah sukses membangun basis penggemar lewat serial novel 4 Musim (Autumn in Paris, Winter in Tokyo, Summer in Seoul, Spring in London), Ilana Tan kini kembali dengan novel Sunshine Becomes You. Berlatar belakang kota New York, novel ini mengisahkan tentang cinta segitiga di antara Alex Hirano, Mia Clark dan Ray Hirano.

Mia, seorang penari kontemporer, tanpa sengaja jatuh dari tangga dan menubruk Alex Hirano, sang pianis terkenal, sampai tangan kirinya terkilir. Akibatnya, Alex tidak bisa bermain piano dan terpaksa melewatkan konser yang sudah dipersiapkannya. Tanpa bisa dihindari, Alex pun membenci Mia dan menganggapnya sebagai malaikat kegelapan. Didorong oleh rasa bersalah, Mia pun menawarkan diri untuk membantu Alex dalam segala pekerjaan sehari-hari sampai tangannya sembuh.

Seperti kata pepatah Jawa, witing tresno jalaran soko kulino, perasaan cinta pun mulai tumbuh di antara kebersamaan mereka. Terpikat oleh kopi buatan Mia, Alex perlahan mulai membuka dinding tinggi yang dibangunnya. Tepatnya, kehadiran Mia Clark justru membuat hidupnya lebih bermakna dan Alex pun merasa tak berdaya tanpa Clark di dekatnya. Di sisi lain, Ray Hirano, adik Alex, juga menyukai Mia. Ray yang lebih dulu mengenal Mia tapi sepertinya kalah dalam hal memahami Mia.

Porsi Romantis yang Pas

Lewat novel ini, Ilana Tan kembali membuktikan bahwa dirinya adalah penulis yang bisa diandalkan dalam menghadirkan suasana romantis. Lewat pemilihan diksi yang khas, Ilana berhasil memenuhi ekspektasi pembacanya yang mengharapkan adegan-adegan yang menyentuh dan membangkitkan air mata. Novel ini penuh dengan kutipan-kutipan yang bisa Anda simpan dan pasang kembali di blog atau social media, seperti “Kurasa aku termasuk salah satu orang yang merasa kau tidak membutuhkan alasan untuk mencintai seseorang. Karena cinta terjadi begitu saja.” Atau kalimat yang dipasang di sampul depan novel ini : “Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kaupercayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku.”

Teknik penulisan Ilana yang mengalir juga membantu pembaca untuk ikut tenggelam dalam cerita. Perpindahan cara penceritaan yang menggunakan sudut pandang orang ketiga, juga terasa mulus. Ia juga pandai menggantung beberapa adegan di setiap ujung bab sehingga pembaca merasa kecanduan dengan jalan cerita. Tanpa perlu diragukan lagi, pembaca akan dengan mudah terpikat pada Mia dan Alex. Dengan kopi, seni dan cinta segitiga, buku ini menghadirkan porsi romantis yang pas.


PROMOTION

homepage