Mengusir Rasa Malas Di Bulan Ramadhan

Posting Ini Di Submit Oleh: AIsyah Nurcholish – Juli 2014

MENGUSIR RASA MALAS DI BULAN RAMADHAN — Bulan Ramadhan telah menyongsong kembali. Bulan dimana adanya kewajiban berpuasa 30 hari penuh. Menahan untuk tidak makan, minum, dan menjaga hawa nafsu.

Karena di bulan ini kita diwajibkan berpuasa, kita sering salah mengartikan bulan Ramadhan sebagai bulan ‘slow down’. Ketiadaan ‘pasokan energi’ dari sarapan atau makan siang yang biasa nya kita makan membuat tubuh serasa lemah dan malas melakukan kegiatan apapun. Padahal, seharusnya di bulan ini kita me-‘re build’ diri kita baik secara lahir dan batin, agar menjadi manusia yang lebih baik.

Di bulan Ramadhan, tidak akan ada pengaruh setan yang membisikkan ke telinga kita agar melalaikan ibadah. Yang ada sekarang, kita melawan hawa nafsu kita sendiri. Rasa malas, capek, lapar, menjadi musuh terbesar kita. Istilah ‘Mager’ alias ‘Malas Gerak’ semakin merajalela. Di bulan lainya saja sudah banyak yang ‘Mager’, apalagi di bulan Ramadhan. Begitulah pendapat orang pada umumnya.

Nah, untuk menghindari kata ‘Mager’, berikut adalah serangkaian tips ala Saya untuk mengusir rasa malas. Check it out !

1. Ingatlah bahwa waktu sangat berharga

Time is Money. Begitulah pepatah Barat mengatakan tentang betapa berharganya waktu. Bagi mereka, setiap detik waktu bias menghasilkan uang. Begitu juga dengan Anda. Jangan biarkan waktu Anda mengalir begitu saja tanpa mendapat pahala yang berlimpah di bulan Ramadhan ini. Tanamkan pada diri Anda,”Saya akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin” dan ulangi kata-kata itu setiap kali anda bangun tidur.

2. Jangan tidur setelah makan Sahur

Biasanya, sebagian besar orang tidur setelah makan Sahur dan sholat Subuh. Ini jelas tidak baik untuk kesehatan tubuh maupun mental.

Dalam sisi gizi dan kesehatan, akan meningkatkan resiko Stroke. Pramono, Ahli Gizi dari RSUD Ulin Banjarmasin dalam tulisanya kepada Tribunnews.com (www.Tribunnews.com) bahwa tidur setelah Sahur menyebabkan perut buncit karena saat tidur tubuh akan hemat energy sehingga lemak menimbun di perut. Tidur setelah Sahur juga dapat menyebabkan Refluks, karena makanan belum dicerna maka bias berbalik dari lambung ke kerongkongan. Akibat dari Refluks, asam lambung akan naik dan melukai kerongkongan.

Dan tentu, tidur setelah sahur menyebabkan rasa kantuk yang luar biasa sehingga tubuh malas bergerak.
Karena itu, jangan sampai rasa malas kantuk dan malas menyerang Anda terlebih dahulu di pagi Ramadhan Anda yang cerah.

3. Jangan begadang

Ya, kalau yang satu ini adalah salah satu kemungkinan Anda akan mengantuk di pagi harinya. Menurut survey dan pengamatan saya, orang cenderung akan begadang di bulan Ramadhan untuk menikmati beragam makanan yang tak sempat dimakan di siang hari. Lalu, jika orang begadang karena ingin makan, apa manfaat Sahur bagi mereka? Bukankah makan Sahur itu untuk memuaskan diri kita makan dan minum sekaligus mengisi perut kita untuk bekal puasa esok harinya?
Walau begitu, tidak ada larangan yang kuat untuk begadang, jika memang sangat diperlukan, boleh-boleh saja. Namun disarankan untuk meminimalisirnya.

Apalagi begadang menghabiskan malam dengan hal yang tiada guna. Seperti bersenang-senang , berpesta pora, dan sebagainya. Menahan hawa nafsu di siang hari bukan berarti bias melepasnya begitu saja di malam hari dan melanggar aturan Allah SWT.

4. Berolahraga

Berolahraga di bulan Ramadhan kadang dikhawatirkan oleh sebagian orang. Mengapa? Karena jika berolahraga, akan mengeluarkan banyak keringat, dan memicu rasa haus bahkan lapar. Sebagian besar orang berpikiran bahwa olahraga bias membuat mereka kelaparan di siang hari nya.

Pendapat tersebut salah. Justru berolahraga dapat membuat tubuh anda bugar. Karena meskipun tidak ada asupan makanan, tubuh Anda tetap menyimpan cadangan energy yang berbentuk glikogen, lemak, dan protein.

Berikut beberapa tips berolahraga di bulan Ramadhan yang dikutip dari artikel di situs Polda Metro Jaya (http://www.metro.polri.go.id) oleh Muhammad Noor Aly Yusuf :

Awali dengan olahraga ringan — jangan memaksakan diri untuk melakukan olahraga yang berat, seperti aerobic high impact atau lari, karena cara itu hanya akan membuat Anda kelelahan yang berlebih. Ingat, kebugaran tidak bisa didapatkan secara instan tapi dengan cara yang bertahap dan rutin. Jangan lupa melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan sesudah latihan dengan gerakan peregangan (stretching). Hal ini untuk menghindarkan Anda cedera atau nyeri otot setelah olahraga.

Berolahraga mulai dari porsi yang sedikit demi sedikit — Di hari pertama berolahraga di bulan puasa, porsi latihan atau aktivitasnya sebaiknya dimulai dari porsi yang ringan, sedikit demi sedikit. Jangan langsung bebani tubuh Anda dengan aktivitas fisik yang berat.

Berolahragalah di sore hari menjelang waktu berbuka — Pilihlah waktu di sore hari menjelang waktu berbuka. Bila sudah masuk waktunya berbuka, jangan menunda untuk berbuka. Segera minum dan makan secukupnya dengan asupan makanan yang bergizi untuk mengganti energi tubuh yang hilang pada saat berolahraga di saat puasa tadi.

5. Lakukan kegiatan yang bermanfaat bersama kawan Anda

Melakukan aktivitas, tentu akan lebih menyenangkan jika dilakukan dengan kawan , sanak saudara, atau keluarga.
Begitu juga di bulan Ramadhan. Ajaklah kerabat Anda untuk melakukan beragam aktivitas atau ibadah yang bermanfaat. Karena fakta bahwa ketika mengerjakan suatu pekerjaan sendirian akan membuat si pelaku lebih mudah dan cepat bosan. Alhasil, suasana bosan tersebut akan mengarah pada rasa malas. Dan akhirnya pekerjaan tersebut berujung tidak selesai atau tidak dilakukan sama sekali.

6. Jaga stamina dan kesehatan Anda

Kalau yang satu ini, jelas harus dijaga setiap waktu. Jangan sampai tubuh Anda terserang penyakit, yang membuat anda enggan meninggalkan tempat tidur. Kalau tubuh sudah sakit, rasanya berat untuk melakukan berbagai macam aktivitas. Betul,kan?

Berikut beberapa tips untuk menjaga stamina dan kesehatan Anda di bulan Ramadhan dari situs Hellodoctor.co.id (www.Hellodoctor.co.id) :

Buatlah perencanaan makanan — Agar tidak kerepotan, buatlah perencanaan makan selama sebulan berpuasa. Pastikan menu yang Anda siapkan mengandung gizi yang lengkap. Hindari makan sahur dan berbuka dengan makanan cepat saji.

Mengubah pola makan menjadi lebih teratur dan sehat — Sering mengeluhkan kenaikan berat badan setelah puasa dan Lebaran? Jangan-jangan selama ini Anda suka ‘kalap’ saat sahur maupun berbuka! Justru saat ini Anda harus makan dengan porsi seimbang dan gizi yang cukup, terutama porsi sayur dan buah-buahan. Selain itu, ada baiknya Anda makan pelan-pelan dan menikmati setiap kunyahan agar cepat merasa kenyang.

Kurangi minuman berkafein (soda, teh, dan kopi)! — Daripada minuman berkafein, lebih baik Anda minum 8 – 10 gelas sehari – dibagi saat sahur, berbuka puasa, hingga waktu malam. Teh dan kopi bersifat diuretik, yang akan membuat Anda sering buang air kecil dan rentan mengalami dehidrasi.

Konsultasikan ke dokter — Tak hanya untuk mengatur pola makan, Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai rencana berolah raga Anda. Dokter akan membantu Anda mengatur pola makan, jadwal dan porsi olah raga – sesuai kondisi kesehatan Anda. Dengan demikian, Anda akan tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman, nyaman, dan lancar.

Tidur cukup — Tidur malam yang cukup diperlukan untuk menjaga stamina Anda selama berpuasa. Namun, jika masih merasa lelah, tidur siang sebentar cukup membantu – selama tidak mengganggu aktivitas lainnya. Tidak disarankan untuk tidur seharian, karena justru tubuh Anda akan terasa lemas.

Dan itulah beberapa tips untuk mengusir rasa malas dan menjaga kesehatan Anda di bulan suci Ramadhan ini. Semoga bermanfaat. Dan selamat menunaikan ibadah puasa.

stamp-Blog-Finalist-02


PROMOTION

homepage