Memahami Puasa dan Hikmahnya

Artikel ini di Submit Pada 2015/06/27 Oleh Nadiyah Fithriyana

 

Memahami Puasa dan Hikmahnya — لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl

A. Memahami Puasa dalam Ajaran Islam
Allah SWT.menciptakan manusia untuk mengenal dan beribadah kepada-Nya,menegakkan segala perintah-Nya.
Firman Allah SWT : “Dan tidaklah aku ciptakan Jin dan manusia kecuali untuk Beribadah Kepada-Ku” (Q.S.Az-Zariyat[51]:56) oleh karena itu,rukun islam dan syariat lainnya dijabarkan dalam berbagai bentuk peribadatan kepada Allah SWT,yaitu mengucap 2 kalimat syahadat,sholat 5 waktu,berpuasa di bulan ramadhan,menunaikan zakat,dan berhaji ke Baitullah.

 

Nah,dalam islam ibadah puasa termasuk dalam ibadah jasadiyyah yang mengandalkan aktivitas fisik dan ibadah dalam bentuk meninggalkan dan menahan diri. Dengan demikian sesuatu bernilai ibadah apabila seorang muslim melaksanakannya sesuai dengan perintah guna mendekatkan diri Kepada Allah SWT. Dalam berpuasa,kita telah melakukan ibadah yang terkandung aktivitas fisik,aktivitas jiwa,dan amal positif yang tentunya bernilai pahala di hadapan Allah SWT.

 

Puasa yang diperintahkan dan dianjurkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah ialah aktivitas meninggalkan,membatasi,dan menjauhi. Dalam pengertian lain,puasa ialah aktivitas menahan dan menjauhi dari dorongan perut dan kemaluan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT dari terbit fajar sampai terbenam terbenam matahari.

 

Istilah puasa sebenarnya sudah dikenal dalam masyarakat Arab sebelum Islam datang. Ini diperkuat oleh keterangan yang shahih bahwa masyarakat Arab sudah biasa melaksanakan puasa ‘Asyura pada masa jahiliyah,untuk mengagungkan hari tersebut. Karena itu,Nabi SAW memerintahkan mereka untuk melaksanakan puasa ‘Asyura,dan kemudian memerintahkan untuk melakukan puasa Ramadhan,sebagaimana perintah Allah SWT,dalm Q.S Al-Baqarah[2] ayat 183 yaitu : “Wahai Orang-Orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”

 

Inilah perintah Puasa dalam islam. Puasa yang paling sempurna dan dikenal seluruh umat manusia. Sebagian pemuka agama berpuasa dengan tidak menyantap makhluk yang bernyawa,tetapi tetap makan dan minum serta tidak berpuasa dari dorongan seksual. Sebagian yang lain berpuasa tidak terbatas hari,hingga fisik dan jiwanya ikut menahan beban yang berat,sehingga tidak ada yang melakukannya kecuali orang-orang tertentu saja.

 

Sementara puasa yang diperintahkan dalam Islam,bisa dilaksanakan oleh Seluruh Umat Islam,baik awam maupun kelompok tertentu. “Alangkah banyak orang yang berpuasa,tetapi tidak meraih pahala sedikit pun,kecuali hanya sekadar rasa lapar” Itulah Perkataan Rasulullah SAW. maka dari itu,kita harus melakukan puasa dengan sebaik-baiknya jika ingin mendapatkan pahala yaitu dengan menahan hawa nafsu dalam waktu yang telah ditentukan sehingga puasa yang kita lakukan tidak akan sia-sia dan terdapat hikmah dibalik semuanya.

 

B. Hikmah Berpuasa
Islam tidak mensyariatkan sesuatu kecuali ada hikmah di balik semuanya,baik secara nyata maupun tersembunyi. Hal ini terkandung dalam seluruh aspek ibadah dan muamalah,sebagaimana terkandung juga dalam perkara-perkara yang wajib dan yang haram. Sesungguhnya Allah SWT. Mahakaya atas seluruh hamba-Nya yang fakir di hadapan-Nya. Dia tidak berkepentingan atas ketaatan dan kemaksiatan yang mereka lakukan. Hikmah Ketaatan itu akan Kembali pada kemaslahatan diri mereka sendiri. Puasa memiliki hikmah dan keutamaan yang banyak. Berikut ini akan saya jelaskan hikmah dalam berpuasa.

1. Pembersihan jiwa. Hal ini tercipta dengan menaati perintah Allah SWT. dan menjauhi larangan-Nya serta berupaya menyempurnakan penghambaan kepada Allah SWT.sekalipun harus menahan diri dari dorongan hawa nafsu dan dari hal-hal yang menyenangkan.

 

2. Sesungguhnya,selain untuk menjaga kesehatan badan sebagaimana dijelaskan para dokter spesialis dan ahli fiqih,puasa juga mampu mengangkat dimensi kejiwaan mengungguli dimensi materi dalam diri manusia. Inilah rahasia kegembiraan yang akan didapatkan setiap harinya oleh orang yang berpuasa ketika berupaya untuk menyempurnakan puasanya sehari penuh hingga berbuka. Nabi Saw.Bersabda,”Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan yang akan menggembirakannya,yaitu apabila berbuka gembira dengan berbukanya dan apabila bertemu Tuhannya gembira dengan puasa yang dilakukannya.”

 

3. Puasa adalah proses mendidik kehendak diri dan jihad jiwa,membiasakan sabar,dan revolusi atas kebiasaan diri. Oleh karena itu,tidak aneh jika Rasulullah menamakan bulan Ramadhan dengan syahr al-shabr(bulan kesabaran) sebagaimana dalam hadist;”Puasa adalah bulan kesabaran. Tiga hari dari setiap bulan akan mengusir kedengkian dalam dada”. Nabi juga mengibaratkan puasa sebagai perisai atau pakaian baja yang melindungi diri dari dosa di dunia dan akhirat kelak. Rasulullah bersabda;”Puasa adalah perisai api neraka seperti perisainya salah seorang dari kalian dalam peperangan” dan “Puasa itu perisai,dan ia merupakan benteng dari pertahanan seorang muslim”

 

4. Dorongan seksual merupakan senjata setan paling berbahaya dalam menjerumuskan manusia ke dalam neraka. Dalam hal ini pengaruh puasa sangat besar dalam menahan hawa nafsu dan meninggikan naluri manusia,khususnya jika melaksanakan puasa semata mengharap ridha Allah SWT sehingga Nabi SAW. menganjurkannya kepada para pemuda yang belum menikah untuk berpuasa sehingga Allah SWT meluaskan karunia-Nya kepadanya.

 

5. Hikmah puasa juga adalah mengajarkan orang yang berpuasa untuk mensyukuri nikmat Allah SWT. Nikmat yang melimpah biasanya menghilangkan kepekaan manusia akan arti nikmat tersebut dan tidak menyadari besarnya nikmat itu,kecuali jika nikmat itu hilang.

 

6. Selain itu,puasa juga memiliki hikmah sosial(hikmah ijtimaiyyah) khususnya puasa ramadhan. Puasa dengan memaksa menahan lapar kepada seluruh manusia,termasuk orang yang kaya sekalipun sebagai bagian nilai kesetaraan dalam penderitaan dan menumbuhkan jiwa-jiwa orang kaya rasa prihatin akan nasib kaum fakir dan miskin. Oleh karena itu,amal yang paling utama mendapatkan pahala dari Allah SWT. adalah menyediakan makanan berbuka untuk orang yang berpuasa,sebagaimana diriwayatkan “Barang siapa yang menyediakan makanan berbuka untuk orang yang berpuasa,baginya pahala seperti orang yang berpuasa,tetapi tidak mengurangi dari pahala orang yang berpuasa sedikitpun”

 

7. Hikmah keseluruhan dari berpuasa adalh agar manusia mencapai derajat taqwa dan naik peringkat menjadi muttaqin(orang yang bertaqwa) Firman Allah Swt:

Hai orang-orang yang beriman,diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaimana diwajibkan terhadap orang-orang sebelummu,agar kamu bertaqwa(Q.S Al-Baqarah[2]: 183)

Dengan demikian,Puasa Ramadhan adalah sekolah yang istimewa(madrasah mutamazziyah). Islam membukanya setiap tahun untuk mendidik perilaku seseorang dengan kualitas yang paling baik dan nilai yang paling tinggi. Nabi bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah,”Barangsiapa yang berpuasa di Bulan ramadhan karena iman dan mengharapkan balasan dari Allah SWT,maka Dia akan mengampuni dosanya yang terdahulu dan barangsiapa yang bangun pada malam hari pada bulan Ramadhan untuk melakukan shalat malam,maka Allah akan mengampuni dosanya yang lalu dan akan datang.”

 

Lazada blog finalist150

About the Author

Kontributor artikel pada Blog Lazada Competition 2015. Silahkan baca, share dan tuliskan komentar untuk posting keren ini :)

PROMOTION

homepage