Makna dan Sejarah Seputar Imlek Tahun Baru Cina

Makna dan Sejarah Seputar Imlek Tahun Baru Cina — Tahun Baru Cina atau sering disebut dengan Imlek adalah hari besar bagi masyarakat Tionghoa yang sudah lama telah di rayakan sejak dahulu, karena hari raya ini adalah hari paling penting diantara hari-hari lainnya dalam Tradisi Tionghoa. Kata Imlek sendiri berasal dari dialek Hokkian yang mempunyai arti kalender bulan.

 

makna imlek

 

Perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek pastinya mempunyai sejarah tersendiri dari pendahulunya karena sampai saat ini Tahun Baru Cina ini tetap bertahan dan diadakan setiap tahun. Selain itu, makna perayaan Tahun Baru Cina juga tidak kalah berartinya bagi yang merayakannya.

Tak hanya di Cina, Perayaan Tahun Baru Cina juga berlangsung di berbagai negara termasuk di Indonesia, yang kemudian membawa warna tersendiri bagi keragaman Indonesia. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai Imlek.

(Baca juga: Ragam Tradisi Perayaan Imlek Di Luar Negeri – Ternyata Beda2 Lho!)

 

Apa Itu Imlek?

Imlek adalah perayaan Hari Raya Tahun Baru Cina yang sangat penting bagi orang Tionghoa. Perayaan Imlek dirayakan di hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa hingga berakhir pada tanggal kelima belas (bulan purnama) bulan pertama atau sering disebut dengan Cap Go Meh.

 

apa itu imlek

 

Dalam lima belas hari itu, masyarakat Tionghoa merayakan Imlek dengan melakukan aktivitas yang berbeda-beda setia harinya. Seperti lomba perahu naga, pemasangan lampu lampion, makanan khas imlek, wisata ke situs-situs khas imlek seperti klenteng dan masih banyak lainnya.

(Baca Juga: 5 Tujuan Wisata Imlek Terbaik Bersama Keluarga)

Masyarakat Tionghoa menyebut malam pergantian tahun baru Cina atau Imlek sebagai Chúxī. Karena 1/5 penduduk dunia adalah etnis China, maka tak heran perayaan Tahun Baru Cina ini tersebar dan dirayakan hampir di seluruh belahan dunia, tentunya telah disesuaikan dengan budaya masing-masing negara.

 

Sejarah Imlek

Menilik dari segi sejarah perayaan Hari Raya Tahun Baru Cina atau Imlek, perayaan Imlek memiliki sejarah tersendiri yang unik sehingga dapat tetap dirayakan hingga saat ini. Jika dilihat dari mitologi Tahun Baru Cina, Tahun Baru Cina atau Imlek ini mdirayakan ketika orang Cina berhasil melawan hewan mitos yang disebut Nian (yang berarti Tahun dalam Bahasa Cina).

 

sejarah-imlek-nian

 

Makhluk bernama Nian ini selalu muncul pada hari perama Tahun Baru dan dia datang untuk memangsa hewan ternak, memakan hasil pertanian, dan bahkan memakan anak-anak dan penduduk. Oleh karena itu, penduduk Cina menaruh sejumalah makanan di depan pintu rumah mereka pada hari pertama Tahun Baru agar selamat dari petaka Nian. Masyarakat percaya bahwa Nian akan mengambil sesajen itu dan tidak akan menyerang anak-anak dan penduduk. Suatu hari, ada salah seorang penduduk desa yang menyaksikan seekor hewan Nian yang ketakutan dan lari menghindar dar seorang anak yang memakai kostum berwarna merah.

 

mahluk bernama nian saat imlek2 (1)

 

Oleh karena itu, penduduk berkesimpulan bahwa Nian mempunyai kekurangan yakni takut pada warna merah. Semenjak itu, penduduk akan memasang lampion, tirai, dan gorden berwarna merah untuk menakut-nakuti Nian. Selain itu, penduduk Tionghoa juga memasang mercun dan lampion berwarna merah.

(Baca juga: Cara Mudah Membuat Lampion dengan Biaya Murah (DIY))

Hal ini dipercaya akan menakut-nakuti Nian dan sejak itu Nian sudah tidak pernah muncul lagi dan Nian telah berhasil ditangkap oleh seorang pendeta Tao bernama Hongjun Lao Tze dan kemudian menjadi hewan tunggangan Hongjun Lao Tze. Lalu adat-adat pengusiran terhadap makhluk Nian ini berkembang menjadi perayaan tahun baru Guò nián yang secara harfiah berarti “mengusir Nian”.

 

Makna Imlek

Terlepas dari mitos perayaan Tahun Baru Cina benar atau tidak, pastinya perayaan Imlek adalah perayaan yang dilakukan oleh petani-petani di Cina setelah melalui musim dingin yang sangat menusuk dan kemudian para petani mensyukuri permulaan musim semi dengan penuh harapan.

 

makna imlek kini (1)

 

Selama perayaan Imlek, masyarakat Tionghoa merayakannya dengan sembahyang Imlek, sembahyang pada Thian, dan perayaan Cap Go Meh yang bertujuan sebagai wujud syukur dan doa harapan agar di tahun depan mendapatkan rezeki yang lebih banyak. Selain itu, biasanya perayaan Imlek menjadi sarana silaturrahmi dan bagi-bagi ang pao amplop merah dengan kerabat dan tetangga, serta menjamu para leluhur mereka.

(Baca juga: Ang-Pao Imlek – Makna dan Tradisi di Balik Sebuah Amplop Merah)

 

Imlek di Indonesia

Meskipun perayaan Imlek sempat dilarang saat rezim Orde Baru dibawah pemerintahan Presiden Soeharto pada tahun 1968 – 1999, masyarakat keturunan Tionghoa mendapatkan kembali kebebasan merayakan tahun baru Imlek pada tahun 2000 saat dibawah pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid.

 

imlek di indonesia (1)

 

Presiden Abdurrahman Wahid kemudian menindaklanjutinya dengan mencabut Inpres Nomor 14/1967 dan menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif.

Di Indonesia, perayaan Imlek dirayakan di klenteng-klenteng besar yang bernuansa merah. Selain itu, di Indonesia juga turut mengadakan pembagian angpau, pemasangan lampion merah dan pertunjukan barongsai dan musik-musik bertema imlek di tempat-tempat umum seperti Mall, dan lainnya.

(Baca juga: Ini dia 5 Lagu Bertema Imlek Terpopuler Sepanjang Masa)

Nah, itulah informasi mengenai Imlek, mulai dari sejarah Imlek hingga perayaan Imlek di Indonesia.

About the Author

Septi Riyani Maulida ; Lazada Indonesia

PROMOTION

homepage