Kondisi Seorang Muslim Boleh Tidak Puasa Karena Sakit

Kondisi Seorang Muslim Boleh Tidak Puasa Karena Sakit — Pada posting sebelumnya kita telah membahas syarat seorang muslim boleh tidak berpuasa Ramadhan dan salah satunya ialah karena sakit. Kali ini kita akan membahas lebih dalam kondisi orang sakit seperti apa saja yang telah dijelaskan dalam hadis-hadis Islam.

sxsxsxs
Yang dimaksudkan sakit adalah seseorang memiliki penyakit yang membuatnya tidak lagi dikatakan sehat. Dalam hal ini, kondisi sakit ada tiga macam yaitu: [1] Sakit ringan, [2] sakit yang makin parah dan [3] sakit yang menyusahkan.

Para ulama telah sepakat mengenai bolehnya orang sakit untuk tidak berpuasa secara umum. Nanti ketika sembuh, dia mengqodho’nya (mengganti puasanya di hari lain). Dalil mengenai hal ini adalah firman Allah Ta’ala(yang artinya):

“Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 185)

Kondisi pertama: adalah apabila sakitnya ringan dan tidak berpengaruh apa-apa jika tetap berpuasa. Contohnya adalah pilek, pusing atau sakit kepala yang ringan, dan perut keroncongan. Untuk kondisi pertama ini tetap diharuskan untuk berpuasa.

Kondisi kedua: adalah apabila sakitnya bisa bertambah parah atau akan menjadi lama sembuhnya dan menjadi berat jika berpuasa, namun hal ini tidak membahayakan. Untuk kondisi ini dianjurkan untuk tidak berpuasa dan dimakruhkan jika tetap ingin berpuasa.

Kondisi ketiga: adalah apabila tetap berpuasa akan menyusahkan dirinya bahkan bisa mengantarkan pada kematian. Untuk kondisi ini diharamkan untuk berpuasa. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Dan janganlah kamu membunuh dirimu.” (QS. An Nisa’: 29)

Semoga pengetahuan ini bermanfaat bagi Anda para pembaca pada umumnya dan untuk penulis pada khususnya. Dan semoga amal ibadah puasa kali ini menjadi lebih baik, lebih sempurna dibanding tahun lalu, selamat berpuasa 🙂


PROMOTION

homepage