Keunikan & Keceriaan Tahun Baru Imlek

Siapa yang tidak tahu tentang tahun baru imlek? Tahun baru imlek adalah sebuah perayaan yang sangat penting untuk kaum tiong hua dalam menyambut tahun baru pada kalender lunar china. Seperti perayaan tahun baru lainnya, kaum tionghua melihat tahun baru imlek adalah suatu titik permulaan untuk kemudian menentukan nasib baik dan mengharap kehidupan yang lebih baik sampai akhir tahun.

Tahun baru imlek jatuh pada tanggal 10 Februari, di Indonesia pastinya tahun baru imlek kali ini pasti akan diramaikan dengan berbagai kemeriahan, pusat-pusat perbelanjaan, seperti mall biasanya terlihat ramai dengan ciri khas imlek seperti patung naga ataupun miniatur kelenteng dan lagu-lagu bernuansa imlek. Masih banyak hal lain rutin yang identik dengan perayaan imlek, seperti sebagai berikut.

1. Mudik

mudik-tahun baru imlek-lazada
Seperti layaknya perayaan hari besar lainnya, libur yang ada bisanya dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga besar, begitu juga dengan tahun baru imlek. Tahun baru imlek biasanya dirayakan dirumah saudara paling tua dan terdapat hidangan khas.

2. Barongsai

Barongsai-tahun baru cina-lazada-indonesia
Tontonan barongsai yang sangat unik dan akrobatik dapat kita nikmati pada tahun baru imlek ini, tarian barongsai umumnya menceritakan tentang tarian naga adalah sejenis tarian yang dimainkan sekelompok orang yang memegang tongkat untuk mengangkat sang naga dengan cara di liuk-liukkan mirip pergerakan seekor naga yang sedang mengejar mutiaranya. Kedua tarian ini di iringi gong, dram dan dentuman mercon yang di percayai untuk mengusir hantu dan membawa tuah serta keberuntungan.

3. Yee Sang

yee-sang-tahun baru cina-lazada-indonesia
Salah satu tradisi apabila sedang berkunjung kerumah saudara saat imlek adalah menyajikan Yee Sang sejenis hidangan yang terdiri dari irisan ikan salmon di sertai irisan lobak putih, wortel, ebi, keropok cina dan lain lain. Keunikan lainnya dari keceriaan menikmati Yee Sang adalah biasanya para saudara akan berdiri mengelilingi meja, lalu sama-sama melambungkan ke atas secara bersama-sama menggunakan sumpit sambil melaungkan ucapan untuk menandakan bermulanya tahun baru yang makmur.

4. Kue Keranjang

kue-keranjang-tahun baru cina-lazada-indonesia
Kue khas perayaan imlek ini sangat banyak dijajakan dipasaran, memiliki tekstur seperti dodol, kenyal dan lengket. Kaum tionghoa biasanya akan memakan kue keranjang terlebih dahulu sebelum memakan nasi, dengan harapan nasib baik dalam pekerjaan akan datang sepanjang tahun.

5. Nuansa Warna Merah dan Ucapan Gong Xi Fat Cai

ucapan gong xi-lazada indonesia
Warna merah begitu dominan pada perayaan tahun baru imlek, karena warna merah bagi kaum tionghua melambangkan kemakmuran dan nasib baik, sehingga warna merah begitu dominan dalam adat sampai kehiduoan sehari-hari kaum tionghua. Ucapan GONG XI FAT CAI pasti sudah tidak asing lagi ditelinga kita, ucapan ini biasanya ramai di sms, email atau media elektronik lainnya.

6. Ang pao

angpao-tahun baru cina-lazada indonesia
Ang Pao adalah suatu pemberian yang biasanya dikemas dengan amplop berwarna merah, Ang Pao sebetulnya tidak hanya ada pada perayaan tahun baru imlek, tetapi juga pada acara-acara besar lain seperti pernikahan, kematian, masuk rumah baru atau ulang tahun. Yang unik adalah Ang Pao diberikan oleh orang yang sudah menikah untuk anak-anak dan orang yang kurang mampu.

7. Cap Gomeh

capgomeh-tahun baru cina-lazada-indonesia
Hari ke lima belas dari perayaan tahun baru imlek kaum tiong hua mengadakan upacara cap gomeh Yang mana pada hari iniĀ  di adakan upacara sembahyang secara besar-besaran.Dupa-dupa besar akan di bakar dan di adakan acara makan bersama keluarga. Sampai pada malam hari menyalakan kembang api dan tarian naga dan singa.

Kaum tiong hua di Indonesia memiliki sejarah tersendiri dalam hal merayakan tahun baru imlek. Di Indonesia, selama tahun 1968-1999, perayaan tahun baru imlek dilarang dirayakan di depan umum. Dengan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, melarang segala hal yang berbau Tionghoa, di antaranya Imlek.

Seperti dikutip dari Wikipedia, Masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia kembali mendapatkan kebebasan merayakan tahun baru Imlek pada tahun 2000 ketika Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres Nomor 14/1967. Kemudian Presiden Abdurrahman Wahid menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya). Baru pada tahun 2002, Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri mulai tahun 2003.

Jadi diharapkan, selalu ada satu semangat dalam merayakan Tahun Baru Imlek, yaitu suatu harapan akan kedamaian, kebahagiaan keluarga, teman-teman ataupun seluruh penduduk dunia.

About the Author

Fariz Ilman Sr. Content Marketing di Lazada Group

PROMOTION

homepage