Jenis Peshaum Manakah Kita?

Artikel ini di Submit Pada 2015/07/11 Oleh Jepri Walistian

 

Jenis Peshaum Manakah Kita? — Pada bulan nasional juli ini para umat Islam di seluruh dunia tidak terkecuali masyarakat Islam yang ada di Indonesia sedang dilanda yang namanya bulan yang penuh dengan keberkahan, rahmat, karunia dari Allah SWT, inilah yang tidak sedikit orang mengatakannya, namun di sisi lain tetap saja ada yang berpikiran kenapa bulan ini begitu cepat datangnya padahal sepertinya baru bulan lalu aja berlalunya. Ya, tidak bukan, tidak lain adalah bulan suci Ramadhan.

 

Pada dasarnya jika ditanya mengenai pengertian maka saya yakin sebagian besar orang yang sudah remaja, dan dewasa akan bisa menjawabnya, dan jika ada yang mengatakan bahwa puasa adalah kegiatan yang dilakukan setelah terbit fajar sampai tenggelamnya matahari dengan menahan dari makan, minum, dan menahan dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Jika ada yang berestimasi demikian maka tidaklah salah, tapi jika puasa kita hanya seperti ini maka termasuk tingkatan manakah kita sebagai orang yang bershaum atau berpuasa?

 

Jika berbicara mengenai tingkatan puasa orang yang berpuasa maka sebagaimana yang diriwayatkan maka dibagi menjadi 3 tingkatan peshaum yaitu;

 

  1. Puasa peshaum awam yaitu tingkatan yang paling bawah, rendah, dan masih sama dengan kebanyakan orang. Gimana puasa yang masih kebanyakan orang yaitu orang-orang yang berpuasa hanya dengan menahan rasa haus, lapar, dan menghindari dari hal-hal yang dapat membatalkan puasanya saja.
  2. Puasa peshaum khusus (khawwash) yaitu tingkatan yang satu tingkat di atas puasanya orang awam, yang dimana pada tingkatan ini, tidak hanya melakukan sebagaimana yang dilakukan oleh para peshaum awam, lebih dari itunya ialah menjaga pendengaran, penglihatan, lidah, tangan, hati, dan semua anggota tubuh untuk tidak melakukan perbuatan dosa dan maksiat baik secara langsung ataupun tidak langsung.
  3. Puasa peshaum yang khusus bin khusus (Khawwash bin khawwash) yaitu tingkatan puasa para peshaum yang selain dapat menjalankan apa yang dilakukan para peshaum dua sebelumnya dengan lebih baik, pada tingkatan puasa ini para peshaumnya dapat mengendalikan hati dari dorongan nafsu, dan pikiran duniawi. Selain itu juga, para peshaum yang mendapatkan malam yang sangat spesial yakni malam yang lebih baik dari seribu bulan inilah yang akan digolongkan kedalam puasanya orang yang ketiga ini.

Nah, pada kondisi nyatanya sekarang ini banyak sekali kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama bulan suci Ramadhan ini baik dalam puasanya, maupun persiapan ketika menjelang waktu-waktu yang ditunggu-tunggu yaitu waktu berbuka puasa, dan jika pada akhir bulan yakni tidak lain lagi yaitu Idul fitri atau lebaran. Namun sebelum masuk untuk membahas yang namanya Idul Fitri maka sebenernya bagaimanakah kondisi kita dalam waktu-waktu puasa, dan akan masuk ke tingkatan yang manakah nantinya?

 

Adapun kegiatan yang dilakukan pada waktu-waktu berpuasa yang dapat mencirikan seseorang ke dalam tingkatan yang mana antara lain;

  1. Orang yang berpuasa namun enggan beriibadah shalat fardhu

Puasa namun tidak sholat fardhu? Mau jadi apakah puasa Ramadhan kali ini? Wkwkwk Enggan melakukan ibadah sholat fardhu ini memanglah bukan sekedar penyakit yang datang di bulan Ramadhan, tindakan ini bisa jadi sudah menjadi suatu kebiasaan bahkan sebelum datangnya bulan Ramadhan, sehingga sudah menjadi hal yang biasa ketika tidak melakukan sholat pada bulan Ramadhanpun. Selain itu, tindakan ini juga bukan hanya menjadi penyakit yang menggerogoti di bulan Ramadhan tapi sudah menjadi hal yang pasti jika tidak mendapatkan hidayahNya tindakan atau kebiasaan ini akan semakin menjadi lebih parah lagi setelah berlalunya bulan yang penuh keberkahan ini. Banyak alasan yang dilontarkan untuk enggan beribadah sholat fardhu ini antara lain, karna kondisi berpuasa yang tidak begitu mendapatkan asupan nutrisi kurang lebih 13 jam sehingga menyebabkan tubuh menjadi lemas, lemah, tak berdaya, letih lunglai. Hahaha kebawa perasaan banget nih. Ada lagi karna gak ada cukup waktu buat sholat karna lagi sibuk nih sama urusan kerja rapat yang lama, dan lainnya. Padahal puasa dan sholat adalah ibadah yang tak dapat dipisahkan loh, jadi kalo puasa dan sholat harus jalan bareng-bareng.

 

  1. Ibadah puasa jalan maksiat lancar

Nah, kalo dilihat dari tindakan ini maka akan tergolongkan atau masuk ke tingkatan manakah puasa yang dijalani? Sudah pasti jika menilik ciri-ciri tingkatan puasa yang ada di atas maka tidak masuk kemana-mana, namun jangan khawatir walaupun tidak masuk ke dalam ketiga tingkatan itu, namun pasti kok masuk ke dalam puasa yang tertolak oleh Allah SWT. Nah, jadi yang berpuasa tapi mirip dengan jenis minuman, hah minuman apa? Minuman STMJ dengan panjangnya yaitu Shaum Terus Maksiat Jalan.

 

  1. Besar pasak daripada tiang

Kondisi ini memang kondisi yang tidak sedikit terjadi pada diri muslim yang melakukan ibadah puasa di bulan Ramadhan, dimana akan semakin sibuk berburu, dan menyerbu kumpulan penjual takjil baik kayak jus buah, makanan, minuman dan lainnya dalam mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya kumandang adzan magrib alias untuk berbuka puasa dengan tujuan untuk balas dendam begitulah kira-kira atas ketidakdapatkan, atau keterkekanganuntuk makan, minum atau mendapatkan nutrisi yang cukup selama kurang lebih 13. Sehingga sudah semestinya harus dikaji kembali, tujuan berbuka puasa itu untuk apa, walaupun terdengat sederhana namun banyak yang menyepelekan, atau meremehkannya, dan selain itu juga banyak yang tidak perhitungan untuk membeli hal-hal yang sebenarnya tidak begitu ia butuhkan ketika pada saat berbuka puasa, namun dengan kata lain itu hanya bawaan perasaan saja, dan nafsu yang ingin diwujudkan, atau direalisasikan saja. Padahal ketika berbuka puasa belum tentu, segera dihabiskan semua. Maka pada kondisi ini akan menyebabkan kondisi pengeluaran keuangan akan semakin membengkak berbeda sebagaimana pengeluaran pada bulan di luar bulan Ramadhan ini. Selain itu juga, apalagi sekarang ini dalam mempersiapkan dalam menyambut hari raya untuk semakin mempercantik atau memperganteng diri dengan pakaian-pakaian baru untuk badan, dan lainnya, apalagi didukung dengan diskon-diskon yang sangat menggiurkan, dan menyilaukan mata sehingga ini akan semakin memicu hasrat untuk berbelanja dengan berbagai kemudahan-kemudahan itu.

 

  1. Tidur yang berlama-lama

Tidur pada dasarnya memanglah suatu hal baik yang dibutuhkan untuk memperistirahatkan diri dari keletihan diri dari segudang aktifitas yang dijalani, namun entahlah kenapa pada bulan Ramadhan ini tidak sedikit para orang muslim tiba-tiba menjadi makhluk yang nokturnal, sehingga menyebabkan berbagai ibadah-ibadah lainnya seperti sholat fardhu menjadi terlewatkan karena tidur yang begitu lelap yang sebenarnya tidak begitu dibutuhkan, dan rasa enggan disertai rasa malas yang menempel pada diri seseorang. Sebenernya apa ya yang menyebabkan tidur dengan intensitas yang banyak ini? Tidak lain, dan tidak bukan adalah karna tidurnya orang yang berpuasa itu merupakan ibadah, sehingga paradigma ini dimanfaatkan untuk bermalas-malasan dengan banyak tidur di bulan yang harusnya dimanfaatkan untuk banyak beribadah kepadaNya. Di tambah lagi, jika setelah sahur terus tidur sampai matahari telah meninggi, atau waktu pagi ini merupakan bukan waktu yang baik untuk tidur karena memiliki efek-efek yang tidak baik untuk kesehatan salah satunya ialah dapat menyebabkan kematian hati, dan ketidakbaikan lainnyaMemang paradigma ini tidaklah salah namun ada suatu alasannya yakni lebih baik tidur daripada melakukan hal maksiat atau hal yang tak berguan seperti menggunjing orang, menonton film yang tak senonoh, dan lainnya.

 

  1. Meninggalkan ibadah sholat tarawih tanpa alasan yang dapat dibenarkan

Memang sholat tarawih adalah ibadah sunat, namun dalam kondisi ini sholat tarawih merupakan ibadah sunat yang disenangi oleh Rasulullah SAW, sehingga sudah semestinya tidak meninggalkannya tanpa dengan alasan yang dapat diterima, atau dibenarkan. Ibadah sholat tarawih adalah ibadah sholat malam atau yang dikenal dengan kiyamulail , dan jika dikaji lebih dalam lagi maka ibadah ini mengandung berbagai kebaikan di dalamnya bahkan dalam sebuah riwayat yang menyampaikan setiap malam dalam bulan Ramadhan ada keistimewaannya masing-masing, dan apalagi dalam 10 malam terakhir di bulan Ramadhan sholat tarawih dapat menjadi suatu sarana yang dapat semakin mendekatkan diri kita kepada yang namanya malam yang lebih baik dari seribu bulan, walaupun Allah SWT menyembunyikan waktu pasti tentang turunnya waktu malam yang lebih baik dari seribu bulan, sehingga dengan ibadah malam termasuk ibadah sholat tarawih ini sangatlah penting dan dibutuhkan untuk jiwa-jiwa yang haus akan pahala, dan orang-orang yang haus akan ibadah kepadaNya, dan ini juga bisa menjadi sarana untuk menyambut malam yang spesial ini, dan bisa jadi ketika kita melaksanakan ibadah sholat tarawih ini pada saat itu juga Allah menurunkan malam spesialnya itu, bukankah keren itu, gak cuman keren tapi keren bangetlah, karena kalo dapet malem ini sama aja selama kurang lebih 84 tahun hidup dengan ibadah terus-terusan kepada Allah SWT, wooowwww siapa sih yang gak mau? Di sisi lain usia kita belum tentu kan sampai usia yang segitu, dan ini juga sebagai modal persiapan kita siapa yang tahu Ramadhan tahun depan kita sudah tidak ada di dunia alias sudah kembali kepada Allah SWT.

 

  1. Mengeluarkan zakat yang kurang teratur

Nah, berpuasa tanpa sholat fardhu itu bagaikan ibadah yang tak sempurna karna sebagaimana yang udah disampaikan bahwa berpuasa dan sholat fardhu adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Selain itu juga, zakat fitrah merupakan ibadah yang dapat menjadi suatu penyempurna bagi ibadah puasa yang telah dijalani karena dalam suatu riwayat disampaikan apabila berpuasa namun tidak mengeluarkan zakat fitrah maka amalan-amalannya seperti masih tergantung di antara langit dan bumi, sehingga pastinya gak mau kan mendapatkan kondisi yang seperti ini. Namun, pada kenyataannya zakat yang seharusnya dikeluarkan dalam setiap tahunnya itu bukan hanya zakat fitrah di bulan Ramadhan namun juga masih ada zakat-zakat yang lainnya, seperti zakat mal atau zakat harta yang dalam hal ini pastinya sangatlah membantu dalam meringankan kondisi para fakir dan miskin yang senantiasa belum dapat memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-harinya seperti makan, minum, dan kebutuhan lainnya, dan apalagi jika zakat tidak berhenti pada bulan Ramadhan saja maka dengan zakat juga kita akan bisa membantu melunasi utang-utang yang selama ini membelit tubuh ibu pertiwi, Indonesia. Sehingga dimulai dari bulan Ramadhan tahun ini mengenai zakat semoga akan lebih tergerakkan hati kitanya, sehingga memandang bahwa zakat diberikan bukan hanya waktu bulan Ramadhan saja ya.

 

Jika kita melihat kembali ke-6 kegiatan yang dilakukan pada saat bulan Ramadhan ini, apakah salah satunya ada yang telah menjangkiti diri pembaca? Jika ada salah satunya yang telah menyerang pembaca, maka mari gerak, dan gerak ke arah Allah SWT dengan sungguh-sungguh menyerahkan diri kepadaNya, dan memohon kepadaNya supaya dapat membantu diri kita supaya tidak semakin menggerogoti diri pembaca menjadi semakin parah lagi, tak ada kata terlambat bagi orang-orang yang ingin berubah ke arah yang lebih baik lagi, dan memang orang yang baik itu orang yang baik lebih dulu, namun orang yang terus menerus memperbaiki diri ke arah yang lebih baik menuju tujuan hidup sesuai dengan tujuan Allah SWT menciptakannya itu adalah orang yang baik juga.

 

Demikian, sudah masuk ke tingkatan manakah diri kita puasa tahun ini? Jangan sampai nanti menyesal ketika bulan Ramadhan telah berakhir karna tidak mengusahakan yang terbaik, dan tidak mempersembahkan yang terbaik kepada Allah SWT, dan mari kita renungkan masa puasa tahun ini sama kayak tahun lalu, apanya yang meningkat? Apakah ada ibadah yang meningkat?

Lazada-blog-finalist125

About the Author

Kontributor artikel pada Blog Lazada Competition 2015. Silahkan baca, share dan tuliskan komentar untuk posting keren ini :)

PROMOTION

homepage