Jangan Tinggalkan Puasa Ramadhan Dengan Sengaja

Artikel ini di Submit Pada 2015/06/26 Oleh Didik Syarifulkani

 

Awas, Jangan Tinggalkan Puasa Ramadhan Dengan Sengaja! — Sebagai Umat Islam, bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat dinantikan dan dirindukan kedatangannya. Karena bulan Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, berkah, dan ampunan serta dilipat gandakan seyiap amalan ibadah yang kita amalkan sehingga semua kaum muslimin berlomba-lomba untuk beribadah di dalamnya baik dengan tarawih, shalat sunnah, dzikir, membaca Alqur’an, bersedekah dan berzakat.

 

Namun sayangnya ada saja diantara saudara kita yang tidak merasa senang dengan datangnya bulan yang mulia ini dan mereka dengan sengaja tidak melaksanakan ibadah puasa tanpa alasan yang dibenarkan seperti sakit ataupun safar.

 

Padahal, meninggalkan puasa ramadhan dengan senagaja sangatlah besar hukumannya dan merupakan dosa besar karena puasa di bulan Ramadhan adalah Rukun Islam yang ketiga. Sebagaimana firman Allah yang mewajibkan kaum muslimin untuk berpuasa:

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

 

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

 

Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

 

بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

 

Islam dibangun di atas 5 pondasi: Syahadat Laa ilaaha illallaah, wa anna muhammadan Rasulullah, menegakkan
shalat, menunaikan zakat, berhaji, dan puasa ramadhan. (Muttafaq ‘alaih).

 

Untuk itu ada baiknya jika saudara kita yang demikian ini merenungkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kerasnya siksa bagi mereka yang meninggalkan puasa Ramadhan berikut ini:

 

Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِي رَجُلَانِ فَأَخَذَا بِضَبْعَيَّ فَأَتَيَا بِي جَبَلًا وَعْرًا فَقَالَا لِي: اصْعَدْ حَتَّى إِذَا كُنْتُ فِي سَوَاءِ الْجَبَلِ فَإِذَا أَنَا بِصَوْتٍ شَدِيدٍ فَقُلْتُ: مَا هَذِهِ الْأَصْوَاتُ؟ قَالَ: هَذَا عُوَاءُ أَهْلِ
النَّارِ, ثُمَّ انْطَلَقَ بِي فَإِذَا بِقَوْمٍ مُعَلَّقِينَ بِعَرَاقِيبِهِمْ مُشَقَّقَةٍ أَشْدَاقُهُمْ تَسِيلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا, فَقُلْتُ: مَنْ هَؤُلَاءِ؟ فَقِيلَ: هَؤُلَاءِ الَّذِينَ يُفْطِرُونَ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ, ثُمَّ انْطَلَقَ بِي فَإِذَا بِقَوْمٍ
أَشَدِّ شَيْءٍ انْتِفَاخًا وَأَنْتَنِهِ رِيحًا وَأَسْوَئِهِ مَنْظَرًا, فَقُلْتُ: مَنْ هَؤُلَاءِ؟ قِيلَ: الزَّانُونَ وَالزَّوَانِي

 

“Ketika aku tidur, (aku bermimpi) melihat ada dua orang yang mendatangiku, kemudian keduanya memegang lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal. Mereka mengatakan, ‘Naiklah!’ Ketika aku sampai di atas gunung, tiba-tiba aku mendengar suara yang sangat keras.

 

 

Aku pun bertanya, ‘Suara apakah ini?’ Mereka menjawab, ‘Ini adalah teriakan penghuni neraka.’ Kemudian mereka membawaku melanjutkan perjalanan. Tiba-tiba, aku melihat ada orang yang digantung dengan mata kakinya (terjungkir), pipinya sobek, dan mengalirkan darah.

 

Aku pun bertanya, ‘Siapakah mereka itu?’ Kedua orang ini menjawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum waktunya (meninggalkan puasa).’ Mereka membawaku melanjutkan perjalanan. Tiba-tiba ada beberapa orang yang badannya bengkak, baunya sangat busuk, dan wajahnya sangat jelek. Aku bertanya, ‘Siapa mereka?’ Kedua orang itu menjawab, ‘Mereka para pezina lelaki dan wanita’.”

(HR. Ibnu Hibban, no. 7491; Al-Hakim, no. 2837; Ibnu Khuzaimah, no. 1986; dinilai sahih oleh banyak ulama, di antaranya Al-Albani dan Al-A’dzami). 

 

Semoga, dengan membaca sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kerasnya siksa bagi mereka yang meninggalkan puasa Ramadhan tersebut, saudara kita yang demikian ini segera bertaubat nashuha dan bersegera kembali kepada Allah dengan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan dan melakukan amalan ibadah lainnya sehingga semua dosa yang telah lalu dihapuskan oleh Allah dan dapat meraih ampunan dan kemeangan di Hari Raya Iedul Fithri nanti. Aamiin.

 

Lazada blog finalist

About the Author

Kontributor artikel pada Blog Lazada Competition 2015. Silahkan baca, share dan tuliskan komentar untuk posting keren ini :)

PROMOTION

homepage