Jangan Belanja di lazada.co.id Sebelum Baca Ini!

Posted By Lazada Blog Contest Finalist: Dudung Rahmanto On 19 March 2014

Jangan Belanja di lazada.co.id Sebelum Baca Ini! — Siapa yang tidak tahu atau bahkan belum pernah mendengar “LAZADA” ? pasti kalian yang membaca artikel ini sedikit banyak tahu kan apa dan siapa lazada itu? Atau mungkin ada yang belum pernah mendengar ?.. baiklah, untuk kamu yang baru pertama mendengar; lazada adalah toko online e-commerce terbesar di Indonesia, yang menjual produk-produk tidak hanya elektronik, namun juga perabotan rumah tangga, dapur, sampai otomotif!.

Selain sebagai toko online, Lazada juga memberikan kesempatan bagi blogger Indonesia untuk bergabung sebagai publisher dengan sistem pay per sale. Apa itu pay per sale ?  Adalah sistem affiliasi model komisi, peserta affiliate akan mendapatkan award berupa pembayaran cash langsung ke rekening bank kamu jika ada pembeli melakukan pembayaran produk menggunakan link affiliate kamu. Dengan menjualkan produk lazada sebagai affiliate, maka kamu berkesempatan mendapatkan jutaan rupiah sebagai affiliate publisher lazada. Menarik bukan ?

Data Metrik Akurat

Nah di awal kalimat tadi saya mengklaim bahwa lazada ini adalah e-commerce company terbesar di indonesia, bagaimana bisa? Berdasarkan data Metrik yang saya dapat, dibawah ini bisa dijadikan patokan tingkat besarnya sebuah e-commerce store dibandingkan dengan “kompetitor affiliasi sejenis” :

1. Alexa rank

Dari alexa rank yang bisa kita lihat dalam range tiga bulan, bisa kita ketahui statistik aktifitas visitor menuju website tersebut. Namun disini terdapat dua sumber utama traffic yaitu dari paid traffic (SEM, direct ads, SMO), maupun dari Organic traffic (SEO). Dari keduanya akan mendapatkan hasil akhir berupa kenaikan secara signifikan pengunjung yang terekam oleh alexa.

Ranking 32 di Indonesia

Rank 32 untuk Indonesia dengan kenaikan traffic sebesar 260 berdasar metrik stats alexa

Informasi lainnya adalah perbedaan antara global rank dari kompetitor dan rank in Indonesia yang berbeda jauh dengan kompetitor, metrik ini adalah acuan seorang webmaster dan website owner dalam mengetahui keberhasilan campaign SEO maupun SEM. Sehingga dari value tersebut dapat dijadikan pedoman bahwa dibandingkan dengan kompetitor website e-commerce model affiliasi di Indonesia, lazada menang dalam poin ini.

2. Tingkat bounce rate

Bounce rate adalah nilai yang diberikan oleh analytic dari hasil visitor melakukan kunjungan dan melakukan aktifitas yaitu membaca, mengklik, mendrag text, melihat gambar suatu website. Indikator penilaiannya; semakin lama visitor betah mengunjungi website tersebut maka nilai bounce rate semakin kecil, dan sebaliknya jika content tersebut kurang bahkan tidak berkualitas dengan memberikan informasi tidak lengkap, tidak akurat, dan tidak enak dibaca, maka reader akan melakukan aksi : klik back page, klik silang, atau close browser, sehingga ini berakibat terhadap tingkat bounce rate yang tinggi.

bounce rate lazada

Bounce rate lazada.co.id

Bounce rate Lazada.co.id saat ini adalah 28,90% dengan waktu rata-rata 7:40 menit membaca, mereview, melakukan komparasi produk. Sehingga data bounce rate ini termasuk kategori excellent, dari nilai average dari google sebesar 40%-60% !

3. Total sales transaction/Gross Merchandise Volume (GMV)

Dengan besarnya visit yaitu sekitar 60.000 daily UV dan 1.800.00 monthly UV, dan 700 daily order berdasarkan thestar.com.my maka bisa di dapat total sales transaction sebesar Rp. 21 Miliar perbulan, dengan asumsi penjualan per item sebesar Rp. 1.000.000, atau jika diambil 10%nya maka minimal mendapatkan Rp. 2,1Miliar, sedangkan lazada mempunyai banyak kategori produk mulai dari yang termurah puluhan ribu rupiah sampai puluhan juta rupiah, sehingga mempunyai profit lebih dari Rp. 2,1M. Angka yang fantastis bukan ?.

4. Trust value

Nilai kepercayaan terhadap produk atau website dapat diketahui dari keyword branding, seberapa besar user mengunjungi website tersebut menggunakan exact name domain sebagai keyword melalui search engine. Hal ini bisa kita ketahui terdapat 14.29% organic visitor mengetikkan keyword lazada. Serta seberapa banyak visitor mengunjungi website menggunakan direct visit yaitu mengetikkan alamat website langsung di address bar browser. Fenomena ini adalah efek dari viral branding yang sukses dilakukan oleh lazada melalui sistim affiliasi, promo produk, event-event parade, gathering, serta model cicilan.

brand keyword lazada

brand keyword lazada

5. Social signal

Nilai trusted juga didapatkan dari lalu lintas social network terutama dari facebook, bisa kita lihat dari akun facebook lazada beralamatkan di https://www.facebook.com/LazadaIndonesia, dari statistiknya facebook fans page ini mempunyai like sebanyak 1,4 juta, dengan aktif user sebanyak 36.565 facebook user. Nilai tersebut memang bisa dikamuflase, kitapun bisa mengakalinya dengan membeli likes dari provider facebook like yang mudah kita dapatkan, namun yang tidak dapat dikamuflase adalah berapa banyak user yang membicarakan tentang lazada ?, secara facebook dengan sistimnya akan memberikan informasi ini. Sehingga nilai sosial inilah yang menjadi tolak ukur berhasilnya dalam melakukan promosi SMO.

Pentingnya Pihak Ketiga

lazada.co.id ini juga berbeda dari toko ecommerce lainnya lho, jika dikomparasi dengan website e-commerce luar negeri, lazada ini seperti amazon.com, sedangkan kompetitor lainnya seperti ebay. Mengapa berbeda dan mengapa sama ? karena jika kita lihat sistim transaksi kompetitor dilakukan antara penjual dan pembeli secara langsung, banyak kekurangan menggunakan sistim model seperti ini, yaitu tidak adanya pihak ketiga sebagai titik aman untuk transaksi. Website E-Commerce dengan model seperti hanya memfasilitasi penjual untuk menemukan pembeli secara langsung.

Sistim seperti ini sangat riskan bagi pembeli, karena bisa dijadikan praktek penipuan atau scamming oleh pihak tertentu, walaupun telah melakukan verifikasi alamat asli, karena berdasarkan pengalaman banyak alamat rumah yang bukan alamat rumah permanen atau hak milik, melainkan rumah kontrakan, apartemen atau bisa juga alamat kantor.

Disinilah peran pihak ketiga yang sanggup memberikan kontrol transaksi pembelian yang 100% aman karena semua lalu lintas penjualan melalui satu pintu saja yaitu melalui vendor sebagai third party, sehingga apabila terdapat produk yang tidak sesuai deskripsi barang, bisa ditukarkan dengan mudah.

Kesimpulan Penutup

Demikian artikel tentang pengukuran statistik penilaian terhadap website E-Commerce di Indonesia dalam hal ini lazada.co.id, semoga reader bisa mengambil manfaatnya, harapan dari author semoga dari artikel ini memberikan penjelasan secara detail sesuai dengan data yang akurat tentang ukuran besar kecil dan trust or not nya sebuah website e-commerce.

Penulis : Dudung Rahmanto

stamp--Blog--Finalist-02


PROMOTION

homepage