Indahnya Ramadhan di Negeri Paman Sam

Posting Ini Di Submit Oleh: Moh Syafii Zamzami – Juli 2014

Indahnya Ramadhan di Negeri Paman Sam — Musim panas merupakan satu musim di mana matahari terbit lebih awal dan terbenam lebih lama dari biasanya. Di puncak musim panas Amerika Serikat, suhu matahari bisa mencapai 100 derajat Fahrenheit atau setara dengan 39 derajat celcius. Suhu ini tentu saja membuat orang yang berasal dari negara beriklim tropis sekalipun merasakan terik yang cukup membuat mereka berpikir dua kali untuk keluar rumah, terlebih jika musim tersebut bertepatan dengan Bulan Ramadhan.

Aku adalah salah satu manusia dari negara beriklim tropis yang turut merasakan bagaimana rasanya menjalani puasa Ramadhan di musim panas.Musim panas di Amerika Serikat berlangsung selama Mei – Juli di mana puncak panas terhebat sering terjadi pada Bulan Juni. Udara kering dengan sengatan matahari yang cukup untuk membuat bibir pecah-pecah menjadi satu hal yang belum pernah aku temui di Indonesia.

Muncie, salah satu kota di Delaware County, Indiana, Amerika Serikat, merupakan tempat di mana aku menghabiskan beberapa hari pada permulaan Bulan Ramadhan. Menemukan masjid atau tempat peribadahan muslim di Muncie tak semudah menemukannya di Indonesia. Azdan tak pernah sekalipun terdengar, sehingga jadwal shalat lima waktu tak bisa aku ketahui dengan mudah. Salah satu cara terbaik adalah dengan mencari tahu melalui internet atau mendatangi Islamic Center of Muncie yang terletak di 5141 W. Hessler Road. Aku melakukan dua cara tersebut. Melihat jadwal imsak dan buka membuat aku menelan ludah. Bagaimana tidak, pada pukul 03:00 aku sudah harus mulai menahan lapar dan dahaga selama lebih dari 18 jam 30 menit ke depan karena matahari baru terbenam pada pukul 21:30.

Mengunjungi Islamic Center menjadi satu hal yang paling indah selama aku tinggal di Muncie. Mayoritas muslim di sana berasal dari Timur Tengah. Mereka menyambut kedatanganku dengan begitu hangat layaknya seorang anggota keluarga. Para muslim di Muncie selalu mengadakan acara bersama untuk memupuk tali persaudaraan antar umat Islam tanpa membeda-bedakan latar belakang kebudayaan, ras, maupun madzhab. Kebersamaan itu bahkan terlihat semakin indah saat memasuki Bulan Ramadhan. Buka bersama dan tarawih berjamaah menjadikan harmonisasi hidup antar muslim semakin kuat.

Berbeda dari Muncie, Indiana, New York memiliki cerita lain. Jika matahari musim panas di Indiana terbenam pukul 21:30, matahari di New York terbenam satu jam lebih awal sehingga berpuasa di New York tidak selama berpuasa di Indiana. Namun demikian, terik matahari di kedua negara tersebut sama-sama menyengat dengan udara yang sama-sama kering. Jika di Indiana aku berkesempatan mengunjungi Islamic Center of Muncie, di New York aku bertemu dengan komunitas Pedicab Drivers atau pengendara becak yang mangkal di sudut Central Park, Manhattan.

Yang menarik dari para pengendara becak ini adalah kenyataan bahwa mereka merupakan komunitas mahasiswa muslim dari berbagai negara. Mereka mengendarai becak untuk mencari nafkah dengan mengantarkan para pengunjung berkeliling Central Park. Keterbatasan tempat beribadah untuk umat Islam di kota sebesar Manhattan tak membuat mereka lupa untuk melaksanakan shalat lima waktu.

Di antara padatnya pengunjung dan orang-orang yang berlalu-lalang, aku menyaksikan mereka shalat berjamaah di sudut taman dengan beralaskan koran. Dan, tentu saja, mereka menjalankan puasa Ramadhan dengan sepenuh hati. Sungguh Islam adalah agama yang indah. Subhanallah.

stamp-Blog-Finalist-02

About the Author

Kontributor artikel pada Blog Lazada Competition 2015. Silahkan baca, share dan tuliskan komentar untuk posting keren ini :)

PROMOTION

homepage