Hikmah Kebersamaan Ramadhan

Artikel ini di Submit Pada 2015/07/04 Oleh Nanik Kasmini

 

Hikmah Kebersamaan Ramadhan — Mungkin bagi sebagian perantauan/anak kos akan merasa sendiri pada saat bulan Ramadhan, tapi tidak bagi saya, karena alhamdulillah di kota rantauan ini saya menemukan saudara-saudara baru, dimana dari mereka yang memiliki berbagai karakter yang harus bisa menjadi satu tujuan.

Inilah hikmah bagi saya di bulan penuh berkah tahun 2015 ini, saya memiliki sahabat-sahabat yang selalu peduli, setia, menjalin kebersamaan, silaturahmi serta meneguhkan nilai-nilai keagamaan demi meraih ridho sang ilahi.

 

Kebersamaan adalah kunci kekompakan, bagi kami inilah arti dari kebersamaan :

 

1. Kebersamaan membuat kita merasa kuat dan akhirnya betul-betul menjadi kuat.
2. Kehidupan mengharuskan kita memiliki rasa kebersamaan, karena saat bersama diri kita menjadi utuh.
3. Nikmatilah kebersamaan anda, jagalah kebersamaan anda. semuanya akan terasa baik jika anda memupuk rasa kebersamaan.
4. Persahabatan adalah tentang kebersamaan. Jika rasa bersama telah memudar maka persahabatan akan terpecah.
5. Jarak boleh terpisah, tapi kebersamaan tetap terjaga. Itulah pengertian dari persahabatan.

6. Kebersamaan membuat kita bisa bekerja dengan lebih efektif dan efisien.

7.Kebersamaan membuat hal yang sedikit terasa sangat melimpah.

8. Petualangan bersama sahabat selalu menyenangkan, karena saat itulah kebersamaan kita dikeluarkan secara maksimal.

9. setiap kebersamaan pasti akan berakhir, tapi kebahagiaannya akan tetap abadi dalam kenangan indah kita.

10. Perjalanan jauh yang di isi dengan kebersamaan pasti akan terasa singkat dan menyenangkan.
11. Setiap kisah kebersamaan dengan sahabat adalah kisah yang membuatmu tersenyum saat anda mengingatnya di hari tua.

12. Kebersamaan itu indah saat dijalani dan indah saat kenangannya di ingat.

 

Untuk mengelola kebersamaan tersebut agar kita dapat menjadi jalan hidayah bagi orang-orang yang kita bersamai maka hal utama yang harus kita jalankan adalah perbaikan dalam diri sendiri agar siap menjadi sarana hidayah Allah bagi banyak orang.

 

Pertama, perbaikan diri dimulai dengan menyadari bahwa datangnya hidayah hanya dari Allah Azza wa Jala semata dan kita hanya menjadi ‘talang’ mengalirnya hidayah Allah tersebut kepada orang lain. Dengan begitu maka semangat yang mendasari kita dalam mengelola sebuah kebersamaan menjadi semangat yang ikhlas.

 

Kedua, setelah kita benahi semangat kita maka kita benahi akhlak dan tambah amalan ibadah kita. Karena pada dasarnya, keteladanan lah hal yang paling diperhatikan oleh masyarakat yang membuat mereka merubah dirinya sendiri tanpa paksaan dengan mencontoh si teladan. Meminjam istilah Ustadz Salim A Fillah dalam bukunya ‘Menyimak Kicau Merajut Makna’, Aklah adalah perjuangan yang manis; memamerkan ibadah kepada Allah semata, lalu menampilkan hasilnya pada sesama sebagai akhlak mulia.

 

Ketiga, agar tidak tersesat di tengah mengelola kebersamaan maka haruslah selalu berkaca dan mengikuti para Nabi dan Rasul dalam bertindak. Karena sudah diterangkan dalam Al Qur’an surat AL Ahzab ayat 21 bahwasanya telah ada pada diri Rasulullah SAW suri tauladan yang baik bagi kita.

 

Keempat, merefleksi diri agar kita senantiasa tahu kesalahan baik yang sudah kita ketahui maupun yang diketahui orang lain namun belum kita ketahui. Sehingga lewat refleksi dapat kita perbaiki diri kita sebagai dan kita mampu menjadi sarana hidayah Allah bagi orang lain di sekitar kita.

 

Terakhir, setelah menjadi pribadi yang shalih maka mulailah kita saling nasihat menasihati dalam kebenaran untuk menjadikan hidayah Allah itu mengalir pada diri kita dan pada orang-orang yang kita bersamai.

 

Sudah barang tentu menjadi kewajiban bagi tiap insan untuk membawa perbaikan di masyarakat. Oleh karena itu mari bersama-sama bergerak dan memulai langkah perbaikan dari diri masing-masing. Jika tidak, maka kita termasuk orang yang merugi.

 

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3).

 

in sha Allah jika kita slalu berada di jalan Allah serta selalu menjalin silaturahim yang baik, maka keabadian dari kebersamaan itu akan selalu utuh sampai akhir hayat nanti, bukan hanya di bulan Ramadhan saat ini tapi di bulan-bulan lainnya, kami akan selalu menjaga persahabatan ini. Hikmah ramadhan memanglah indah, love u allah.

 

Lazada-blog-finalist125

About the Author

Kontributor artikel pada Blog Lazada Competition 2015. Silahkan baca, share dan tuliskan komentar untuk posting keren ini :)

PROMOTION

homepage