Chicklit: Sebuah Fiksi Postfeminis

Chicklit adalah sebuah karangan fiksi postfeminis yang berdasarkan pengalaman-pengalaman perempuan berumur 20 tahun sampai 30 tahunan. Tema dari chicklit tidaklah lepas dari cinta romantis, seks dan gender secara tak biasa (dalam pengertian seperti novel-novel romantik Abad 19), melalui pembahasan vulgar persoalan seksual serta gaya bahasa yang sinis dan urakan.

Istilah chicklit merupakan penggabungan kata chick, bahasa slang Amerika untuk perempuan muda, dan lit, kependekan dari literature. Secara konotatif chicklit dikaitkan dengan merek permen karet Chiclets, mengindikasikan para pembaca genre ini adalah perempuan tak terdidik dan klise yang suka mengunyah permen karet dan menjauhi sastra “serius”.

Genre ini mulai dikenal di Indonesia tahun 2003. Agen utamanya jelas Gramedia Pustaka Utama, penerbit terbesar dan terkaya negeri ini, yang menerbitkan novel-novel chicklit terjemahan dengan tag line “Being single and Happy”, identifikasi yang sesungguhnya melenceng, sebab ia merupakan sebuah pernyataan feminis, bukan postfeminis. Postfeminisme tak pernah berbicara sebagai pernyataan, namun pertanyaan, gugatan, terhadap posisi perempuan pasca kesetaraan gender.

About the Author

Fariz Ilman Sr. Content Marketing di Lazada Group

PROMOTION

homepage