Cara Islami Merayakan Hari Kemenangan

Artikel ini di Submit Pada 2015/07/11 Oleh Dimas Adi Nugroho

 

Cara Islami Merayakan Hari Kemenangan — Tinggal menunggu waktu. Tidak lama lagi, Insya Allah kaum muslimin akan menyambut hari kemenangan yang paling dinanti, yaitu hari raya Idul Fitri. Hari yang penuh suka cita bagi umat muslim di seluruh penjuru dunia.

 

Setelah menempuh puasa Ramadhan, tibalah saatnya untuk bergembira karena telah berhasil memetik kemenangan atas pengendalian hawa nafsu selama satu bulan penuh. Namun, tahukah kita? Ada beberapa adab yang harus diperhatikan dalam menyambut hari bahagia ini. Kita semua tentunya ingin merayakan Idul Fitri dengan segala keutamaannya dan tidak menimbulkan mudharat dalam merayakannya.

Berikut beberapa adab menyambut Idul Fitri yang dianjurkan :

  1. Qiyamul Lail pada malam hari raya Idul Fitri.

Dari Abu Umamah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang melaksanakan qiyamul lail pada dua malam ‘Ied (Idul Fitri dan Adha), dengan ikhlas karena Allah SWT, maka hatinya tidak akan pernah mati di hari matinya hati-hati manusia” (HR. Ibnu Majah).

  1. Mandi, menggunakan minyak wangi dan berpakaian yang rapi.

Dari Fakih bin Sa’d bahwasanya Rasulullah SAW senantiasa mandi pada hari jum’at, hari Arafah, hari Idul Fitri dan hari Idul Adha. Perawi hadits ini senantiasa memerintahkan keluarganya untuk mandi pada hari-hari tersebut (HR. Ahmad).

Disunnahkan bagi laki-laki untuk membersihkan diri dan memakai pakaian terbaik yang dimilikinya, memakai minyak wangi dan bersiwak. Sedangkan bagi perempuan tidak dianjurkan untuk berhias dengan mengenakan baju yang mewah dan menggunakan minyak wangi.

  1. Mengumandangkan takbir.

Firman Allah SWT, “Dan sempurnakanlah puasa kamu mengikut bilangan dari dalam bulan Ramadhan (29 hari atau 30 hari) dan bertakbirlah (membesarkan Allah SWT) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kamu, semoga kamu bersyukur” (Al-Baqarah:185).

Rasulullah SAW bertakbir mulai dari berangkat menunaikan shalat pada hari raya ‘Ied sampai tiba di tempat melaksanakan shalat, bahkan sampai shalat akan dilaksanakan. Takbir disunnahkan dengan suara lantang selama perjalanan menuju ke tempat pelaksanaan sholat.

  1. Mendatangi tempat dilaksanakannya shalat Ied dengan berjalan kaki dan memakan sesuatu sebelum berangkat melaksanakan shalat Ied.

Dari Ali bin Abi Thalib RA, “Termasuk sunnah jika kamu keluar mendatangi tempat shalat Ied dengan berjalan kaki dan memakan sesuatu sebelum pergi ke tempat shalat ‘Ied” (HR. Turmudzi).

Dari Anas RA, “Nabi SAW tidak keluar rumah pada hari raya Idul Fitri hingga makan beberapa kurma” (HR. Bukhari).

  1. Shalat ‘Ied.

Hukum shalat ‘Ied adalah fardhu ‘ain, bagi setiap orang. Shalat ‘Ied menggugurkan shalat jum’at, jika ‘Ied jatuh pada hari jum’at. Dari Ummu ‘Atuyah RA, “Kami disuruh membawa gadis-gadis kecil dan wanita yang haid pada Hari Raya (Idul Fitri dan Idul Adha), agar mereka menyaksikan kebajikan dan doa kaum Muslimin tetapi wanita-wanita yang sedang

haid itu terpisah dari tempat solat” (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Melalui jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari tempat dilaksanakannya shalat ‘Ied.

Hal ini sebagaimana yang dilakukan Rasulullah, beliau mengambil jalan yang berbeda saat pulang dan perginya (HR. Bukhari). Hikmah dibalik jalan yang berbeda ini adalah agar bisa memberikan salam kepada orang-orang di sekitar jalan yang dilalui tersebut, silaturahmi dan memperlihatkan syi’ar Islam.

  1. Mengucapkan selamat Hari Raya

Dari Khalid bin Ma’dan RA, “Aku menemui Watsilah bin Al-Asqo’ pada hari Ied, lalu aku mengatakan, ‘Taqabbalallah Minna Wa Minka”. Lalu ia menjawab, ‘Iya, Taqabbalallah Minna Wa Minka,’. Kemudian Watsilah berkata, ‘Aku menemui Rasulullah SAW pada hari ‘Ied lalu aku mengucapkan ‘Taqabbalallah Minna Wa Minka’, kemudian Rasulullah SAW menjawab, ‘Ya, Taqabbalallah Minna Wa Minka’” (HR. Baihaqi).

  1. Menunaikan Zakat Fitrah

Walaupun diperbolehkan pembayarannya sejak awal Ramadhan. Penunaian zakat fitrah yang lebih afdal adalah pada pagi hari setelah shalat Subuh sebelum shalat ‘Ied didirikan. Ini menurut hukum pada zaman Rasullullah.

Zakat fitrah dibayar lebih awal atau pada malam sebelum Hari Raya, untuk mempermudah tugas amil zakat dalam proses memungutnya. Selain zakat fitrah, disunnahkan juga memberi sedekah-sedekah dengan mengutamakan keluarga yang membutuhkan, kemudian barulah kepada fakir miskin dan anak-anak yatim.

 

Sedangkan hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan, yaitu :

  1. Berlebih-lebihan dalam mengonsumsi makanan

Ini hal yang lumrah terjadi. Seakan-akan Idul Fitri adalah hari pembalasan setelah berpuasa di bulan Ramadhan. Padahal berlebihan dalam mengonsumsi makanan adalah perkara yang buruk. Dampak kesehatan yang ditimbulkan pun juga buruk.

  1. Berlebih-lebihan dalam berbelanja, berpakaian dan berdandan.

Hal ini seakan sudah menjadi tradisi. Setiap tahun membeli baju lebaran, bahkan ada yang membeli lebih dari satu. Boleh saja berbelanja, namun perlu diingat bahwa kita masih memiliki pakaian yang lama. Ada baiknya, pakaian yang berlebih bisa disumbangkan kepada yang membutuhkan. Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian” (Al-Furqan 67).

  1. Berjabat tangan antara pria dan wanita yang bukan mahromnya.

Bersalam-salaman merupakan salah satu yang dianjurkan. Tapi bagaimana dengan yang bukan mahrom? Tidak perlu ada jabat tangan, tidak perlu sampai bersentuhan langsung.

  1. Berlebih-lebihan dalam tertawa dan bercanda.

Ketika banyak teman ataupun anggota keluarga yang berkumpul pastilah obrolan hangat dan canda terjalin. Ingat, jangan sampai tertawa dan bercanda berlebihan.

  1. Mengulur-ulur waktu shalat.

Ini masalah yang sering disepelekan, padahal ini masalah yang sangat serius. Adakala ketika asyik silaturahmi kita sering terlupakan akan datang waktunya shalat. Begitu pula ketika adzan berkumandang, kita seakan terbawa suasana hari yang bahagia ini hingga kita melupakan kewajiban kita.

  1. Berhias dengan mencukur jenggot (untuk laki-laki).
  2. Menyerupai orang-orang kafir dalam hal pakaian.
  3. Wanita memamerkan kecantikannya kepada orang lain yang bukan mahrom.
  4. Mengkhususkan ziarah kubur hanya pada hari raya ‘Ied saja dan meratapi orang-orang yang sudah meninggal dunia.
  5. Mengganggu ketentraman dengan bermain petasan, kembang api, pistol mainan, dan lain-lain.

 

Inilah beberapa hal seputar hari raya Idul Fitri. Semoga kita bisa merayakan hari raya Idul Fitri dengan melakukan berbagai sunnah-sunnah yang dianjurkan sehingga kita mendapatkan keutamaan hari kemenangan ini. Tidak lupa pula, kita harus menghindari segala hal yang tidak bermanfaat dan menimbulkan kemudharatan. Mari tinggalkan kemudharatan dengan berhemat, tidak berlebih-lebihan, menjaga diri, dan senantiasa mengingat Allah.

Lazada-blog-finalist125

About the Author

Kontributor artikel pada Blog Lazada Competition 2015. Silahkan baca, share dan tuliskan komentar untuk posting keren ini :)

PROMOTION

homepage