Breaking Dawn: Akhir yang Megah dari Twilight Saga

Judul Buku : Breaking Dawn
Penulis : Stephenie Meyer
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 864
Terbit: 16 Januari 2009
 
“Katakan padaku apa gunanya, Bella? Apa gunanya aku mencintaimu? Apa gunanya kau mencintai dia? Kalau kau mati, bagaimana mungkin keadaan bisa menjadi baik lagi? Lalu apa gunanya kisah cintamu yang gila itu, pada akhirnya? Kalau ada alasan yang masuk akal dari semua ini, tolong tunjukkan padaku Bella, karena aku tidak melihatnya.”

Akhir Cinta Segitiga

Kisah dalam buku ini beranjak dari akhir buku Eclipse, pernikahan megah Edward Cullen dan Bella Swan dengan diiringi kisah patah hati Jacob Black. Tapi ini baru permulaan. Beragam konflik mulai muncul seiring dengan pernikahan terlarang di antara makhluk yang berbeda dunia ini. Dendam vampir tua dan bangkitnya permusuhan abadi antara vampir dan werewolf (manusia serigala) pun berujung pada pertempuran terbesar yang tak pernah mereka lihat sebelumnya. Dan sekali lagi, Jacob, Bella dan Edward diminta untuk membuktikan sejauh mana cinta mereka mampu untuk melakukan pengorbanan.

Stephenie Meyer akhirnya menutup serial Twilight Saga dalam buku keempat, Breaking Dawn. Seperti halnya karya Meyer yang lain, buku ini juga memperoleh respon yang luar biasa dan langsung menjadi buku terlaris nomor tiga, di bawah Twilight dan New Moon, di tahun 2008. Meski mengambil cerita yang lebih dewasa dan lebih rumit dibanding ketiga buku pendahulunya, Twilight, New Moon dan Eclipse, Breaking Dawn sukses menyabet penghargaan “Children’s Book of the Year” dari British Book Award.

 

Sudut Pandang Jacob

Berbeda dengan buku dalam Twilight Saga yang lain, kali ini Meyer mencoba mengambil pendekatan yang berbeda, yaitu dengan memecah buku ke dalam tiga bagian dimana bagian 1 dan 3 mengambil sudut pandang Bella dan bagian 2 dengan sudut pandang Jacob. Pendekatan ini sebetulnya sudah pernah dicoba sebelumnya dalam buku Midnight Sun, kisah Twilight yang diceritakan dari sudut pandang Edward, yang terlanjur beredar di Internet sebelum resmi diterbitkan.

Setelah sekian lama menjadi tokoh pendukung dalam kisah Edward-Bella, penggunaan sudut pandang Jacob dalam buku ini memberikan kesegaran yang signifikan. Di sini, pembaca dapat memahami lebih dalam bagaimana pergulatan batin Jacob dalam memilih antara keluarganya, memenuhi keinginan Bella atau tetap melindungi Bella. Pembaca diajak untuk mengenal berbagai identitas Jacob; Jacob si remaja biasa yang jatuh cinta, Jacob yang patah hati, Jacob yang setia dengan aturan dan Jacob sang pemimpin suku Quileute.

Dalam Breaking Dawn, Meyer juga menunjukkan sisi lain Edward dan Bella. Edward yang serba sempurna, di sini mulai menunjukkan sisi emosionalnya yang lebih “manusia”. Sementara pembaca yang terbiasa dengan penggambaran karakter Bella yang lemah, kali ini disuguhi oleh keteguhan dan kekuatan Bella dalam membela hal-hal yang paling dicintainya. Stephenie Meyer sekali lagi menunjukkan kelasnya dengan memberikan akhir cerita yang memenuhi mayoritas keinginan pembaca, namun tetap memberikan alur dan kisah yang tak biasa.

Saat ini, setelah bukunya laris manis di pasaran, film Breaking Dawn kini tengah diputar di bioskop-bioskop tanah air. Dibintangi oleh Robert Pattinson (Edward Cullen), Kristen Stewart (Bella Swan), dan Taylor Lauther (Jacob Black), adaptasi buku ini juga telah merebut hati para penggemar berat Twilight Saga. Nah, tunggu apa lagi? Segera baca bukunya sebelum Anda mulai menikmati visualisasinya yang megah di bioskop-bioskop terdekat!


PROMOTION

homepage