Berburu Buka Puasa Gratis di Yogyakarta

Posting Ini Di Submit Oleh: Taufan – Juli 2014

Berburu Buka Puasa Gratis di Yogyakarta — Umat Islam Indonesia telah memulai puasa Ramadhan 1435 H di akhir Juni lalu. Ada yang memulainya hari Sabtu 26 Juni 2014, ada pula yang mulai puasa hari Ahad 27 Juni 2014 sesuai ketetapan pemerintah. Bulan Ramadhan di Indonesia disambut dengan meriah, beberapa diantaranya memanfaatkan untuk berjualan jajanan buka puasa maupun kios peralatan muslim yang dibanjiri pembeli.

Di sisi lain, sebagian umat muslim memanfaatkan Bulan Ramadhan untuk meningkatkan amal dan keimanan, karena dalam Bulan Ramadhan terdapat banyak keutamaan. Keutamaan puasa Ramadhan antara lain adalah mendapatkan pahala yang tak terhingga (HR Muslim 1151). Selain itu bagi yang memberi makan orang berbuka puasa, maka ia akan mendapat pahala sama seperti orang yang berpuasa (HR. Tirmidzi 807, Ibnu Majah 1746, Ahmad 5/192).

Dari kesadaran inilah maka tidak mengherankan jika banyak orang berlomba-lomba memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa. Dalam hal ini masjid berperan besar karena biasanya masjidlah yang mengkoordinir masyarakat yang ingin berpartisipasi, bentuknya bisa berupa makanan dan uang yang kemudian digunakan panitia Ramadhan masjid membeli berbagai menu buka puasa untuk umat muslim yang berpuasa.

Yogyakarta merupakan salah satu kota yang sibuk dalam bulan Ramadhan. Julukannya sebagai kota pelajar membuat Yogyakarta dipenuhi para anak kost yang sedang menuntut ilmu. Kebanyakan anak kost masih mendapat penghasilan dari orang tua, oleh sebab itu mereka suka mendapat sesuatu yang berbau gratis. Di bulan Ramadhan inilah waktu tepat untuk para anak kost menutup dompet karena di Yogyakarta banyak masjid yang menyediakan buka puasa gratis.

Sepekan pertama Ramadhan 1435 H ini, saya menyempatkan diri berbuka puasa di beberapa masjid di Yogyakarta untuk berbuka puasa, mungkin bisa menjadi referensi tempat berbuka puasa jika anda sedang berada di Yogyakarta:

1. Masjid Jogokariyan

Masjid yang terkenal seantero Asia Tenggara karena manajemen dan pelayanannya kepada jama’ah. Setiap hari masjid Jogokariyan menyediakan 1.000 – 1.500 porsi untuk buka puasa. Tak heran masjid ini selalu penuh sampai akhir Ramadhan baik yang ingin mendengarkan ceramah menjelang buka puasa, menikmati Pasar Sore di sepanjang Jalan Jogokariyan, maupun tarawih di masjid ini.

Masjid ini menyajikan menu yang khas sepiring nasi sop rolade dan segelas setup nanas. Saya belum menemukan masjid lain yang menggunakan piring untuk buka puasa karena dinilai ribet dan mudah pecah.

2. Masjid Kampus UGM

Masjid kebanggaan civitas akademia UGM ini menyediakan 1.000 nasi bungkus hingga 30 hari Ramadhan, meskipun biasanya sekitar tanggal 25 Ramadhan masjid mulai sepi karena kebanyakan jama’ah adalah para mahasiswa.

Sebelum buka puasa diadakan ceramah menjelang buka puasa dengan narasumber para da’i Yogyakarta. Menu utama buka puasa masjid ini adalah berbagai olahan telur ayam dengan segelas (plastik) teh hangat.

3. Masjid Syuhada

Masjid legendaris Yogyakarta sejak zaman kemerdekaan ini selalu ramai dikunjungi jama’ah karena letaknya di pusat kota. Di masjid ini menyediakan sekitar 800 porsi nasi kotak dengan teh hangat. Untuk tahun ini sebelum buka puasa di waktu tertentu diadakan festival budaya nusantara.

4. Masjid Al Hidayah Purwosari Kentungan

Masjid ini terbilang baru karena baru 2 tahun ini direnovasi sehingga bisa menampung 500 jamaah. Menu utama buka puasa tergantung warga yang memberikan nasi kotak, untuk buka puasa tersedia kurma, segelas teh, dan air mineral. Porsi yang disediakan hanya 140 yang diberikan setelah shalat maghrib, uniknya jika ada jama’ah yang tidak kebagian maka akan dibelikan oleh panitia Ramadhan.

5. Masjid Nurul Ashri Deresan

Masjid di komplek Deresan, bisa diakses melalui Selokan Mataram UNY, Jalan Affandi, dan Ringroad Utara. Masjid ini terkenal karena di sekitarnya berdiri Rumah Tahfidz Qur’an.

Masjid ini ramai dikunjungi orang untuk mendengarkan ceramah Ramadhan sekaligus buka puasa. Sekitar 800 nasi bungkus disediakan panitia Ramadhan. Saat saya ke sana mendapatkan menu tempe dan separuh bandeng. Tersedia juga kurma, buah, dan air mineral.

Sayangnya penyebaran makanan buka puasa kurang merata. Bukan first come first service melainkan last come first service, karena penyediaan makanan berada di serambi masjid dan sebagian sudah tertata (tidak boleh di dalam masjid), yang berada di dalam masjid untuk mendengarkan ceramah kadang tidak kebagian.

Masih banyak masjid yang menyediakan makanan berbuka puasa, seperti halnya masjid di kampung saya. Yang disebut di atas hanya sebagian masjid yang biasa dikunjungi para mahasiswa.

Orang yang memberi makanan buka puasa dan orang yang memakannya sama-sama mendapatkan pahala, seperti yang telah saya tulis di atas. Semoga semua ibadah kita di bulan Ramadhan diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

stamp-Blog-Finalist-02

About the Author

Kontributor artikel pada Blog Lazada Competition 2015. Silahkan baca, share dan tuliskan komentar untuk posting keren ini :)

PROMOTION

homepage