Belanja Online: Kemudahan yang Beresiko, Mari Minimalisir Resikonya!

Artikel ini disubmit oleh: Nenah Susanti Pada 5 Desember 2014

Belanja Online ; Kemudahan yang Beresiko, Mari Minimalisir Resikonya !

Belanja online kini semakin marak di Indonesia, terutama di kota-kota besar.  Perkembangan teknologi serta padatnya lalu lintas membuat trend belanja online semakin meningkat.  Kalau ditanya alasan mengapa seseorang belanja online, ini beberapa alasan yang disampaikan (termasuk alasan saya mengapa belanja online):

  1. Barang yang diinginkan tidak ada/ jauh di daerah tempat tinggal
  2. Keterbatasan waktu untuk pergi ke toko/supermarket. Contohnya ibu Rumah Tangga yang sehari-hari bekerja di kantor, kemudian Sabtu-MInggunya sibuk mengurus rumah tangga dan mengasuh anak.
  3. Kita bisa memilih dan mencari barang yang sama dengan spesifikasi yang diinginkan dan harga yang paling rendah ditambah ongkos kirim, hitung-hitung masih lebih murah di banding di toko-toko yang dekat dengan tempat tinggal kita.

Dengan sedikitnya 3 alasan di atas, tidak heran kalau semakin hari online shop semakin bermunculan, mulai dari menjual makanan, aksesoris, elektronik, pakaian dan masih banyak lainnya.  Namun tidak jarang masih banyak yang ragu-ragu untuk belanja online karena kekhawatiran penipuan.  Pada awal saya mengenal onlineshop di facebook yang menjual netbook, saya merasakan (sakitnya tuh disini !!!) yang harus tertipu sekian juta karena tipu daya mereka.  Pengalaman ini membuat saya belajar banyak tentang cara mengetahui onlineshop yang abal-abal alias tipu menipu dengan onlineshop yang benar. Mau tahu? Ini ciri sederhananya:

  1. Onlineshop yang abal-abal alias penipu biasanya menjual barang yang nilainya jualnya tinggi, bukan barang yang harganya 1000, 10.000 atau dibawah 100 ribu. Karena mungkin nanggung juga ya nipu sedikit resiko tinggi.  Contoh saja mereka menjual handphone yang harga 5 juta jadi 2 juta, atau jual notebook yang harga 10 juta jadi 5 juta dengan iming-iming SALE, diskon atau cuci gudang, persediaan terbatas dan sejenisnya.
  2. Contact Person, Customer Service biasanya hanya menggunakan no seluler/ handphone tidak ada no PSTN karena pasti bisa terlacak, habis dapat korban tinggal beli SIM baru.  Telepon pstn atau telepon rumah ((bukan no esi** atau fle**) menandakan lokasi tempat itu berada.  Jadi kalau kita belum kenal tuh olshopnya, hati-hati ya apalagi dia jualan barang elektronik atau mahal. Kl olshop rumahan memungkinkan tidak ada no telp toko atau rumah.  Sekedar survey pribadi, rata-rata yang jual barang elektronik mencantumkan kotanya di Batam, seperti yang kita tahu memang Batam menjadi salah satu kota yang mudah barang masuk tanpa bea cukai, adilah itu sebagai modus bahwa memang barangnya jadi lebih murah.
  3. Bila ditanya tentang spesifikasi produk, biasanya dia kurang paham secara utuh. Ibaratnya dia pura-pura jualan netbook, terus kita nanya RAMnya, OSnya eh ternyata hanya mengatakan itu sesuai yang ada di Fb atau web.  Sekarang olshop abal-abal juga selain jualan di FB, buat juga blog atau web (kadang web gratisan gitu). Ya secara gitu tampilannya juga sederhana, tidak ada chart belanja.

Nah 3 tanda-tanda olshop bohongan memang belum cukup untuk mengetahui itu benar atau palsu, akan tetapi setidaknya 3 ciri tersebut membuat anda berhati-hati sebelum memutuskan untuk belanja.  Karena buat yang awam seperti saya dulu, sama sekali tidak ngeh dengan hal tersebut. Setelah transfer masih juga dibodohi dengan hal-hal berkaitan dengan pengiriman dengan alasan ada barang terbawa lah lalu kita harus transfer lagi. Wow, huft kalau sekarang mungkin senyum-senyum kalau ada di Fb atau blog yang jualan elektronik khususnya dengan modus yang nyaris sama.  Hati-hati juga jika account kita atau teman fb kita kenal baik dihack dan diisi dengan gambar-gambar dan foto jualan, padahal bisa dipastikan itu dilakukan orang lain (hacker).

Hal sederhana untuk meyakinkan hati untuk belanja di olshop adalah:

  1. Coba browsing testimony mengenai web atau nama toko tersebut, biasanya banyak yang posting dengan pengalaman pahitnya tertipu olshop. Dicermati, diperhatikan format dan bahasa yang dicantumkan di web atau socmed, ga sekedar copas.
  2. Kalau ragu jangan belanja yang nilainya tinggi, istilahnya kalau belanja 20 ribu untuk membuktikan olshopnya ini benar atau tidak, ya gak penasaran la.
  3. Cari juga tentang harga-harga standar dari barang yang akan kita beli, bandingkan dengan harga di toko offlline.  Jangan tergiur diskon ya.

Yang tidak kalah pentingnya adalah kalau yang mau belanja online itu punya perangkat-perangkat yang memudahkan transaksi seperti:

  1. Rekening Bank, dengan fasilitas ATM, Internet banking, SMS banking. Karena dominan online shop melakukan pembayaran terlebih dahulu kemudian barang baru dikirimkan. Nah kalau ada yang bisa COD seperti di Lazada.com itu mantap, karena pastinya kita tidak mengeluarkan uang sebelum barang diterima. Eits, jangan sembarangan pesan ya apalagi COD tapi uang cashnya tidak ada. Itu pembeli tidak bijak dan merugikan penjual.  Gunakan rekening bank yang sama, karena Free tidak ada biaya transfer.  Usahakan deh jangan nebeng-nebeng ke rekening teman buat transfer, nanti lupa bayar.
  2. Computer atau smartphone yang memadai untuk kita browsing harga, spesifikasi, foto bukti pembayaran, konfirmasi pembayaran dan track pengiriman
  3. Perangkat hati, maksudnya harus sabar, setidaknya kita menunggu 24 jam untuk sampainya barang ke tangan kita, jadi kita harus tahu estimasi lama pengiriman ya.  Jangan kebawelan nanya barang kapan sampai, kalau sudah lewat estimasi, boleh tuh dicari info keterlambatannya.

3+3+3+3 = 12 cukup ya untuk info sederhana mengenai bagaimana cara berikut tips belanja online, ada kelebihan dan kekurangan.  Bagi yang tidak puas hanya sekedar melihat gambar atau text, tanpa melihat langsung, meraba atau mencoba dahulu, belanja online mungkin bukan pilihan utama.  Semua pilihan itu kembali kepada kita.  Belanja online mengajarkan kita (saya terutama) untuk “cerdas” memilih, keterampilan mengelola e-banking, belajar menjadi pribadi yang dapat dipercaya baik itu diri kita sebagai penjual maupun pembeli,  memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada konsumen dengan memberikan kepuasan dalam pelayanan  informasi, packing serta kemudahan pembayaran.

Lazada

About the Author

Kontributor artikel pada Blog Lazada Competition 2015. Silahkan baca, share dan tuliskan komentar untuk posting keren ini :)

PROMOTION

homepage