Ada Hikmah Di Balik Silaturahmi

Artikel ini di submit pada 2015/07/11 Oleh Mochamad Restu Fauzy

 

Ada Hikmah Di Balik Silaturahmi — Jujur, ketika membaca artikel Lomba Menulis Berhadiah Smartphone Android berikut syarat dan ketentuannya, saya kebingungan dalam menentukan ide tulisan yang sesuai dengan tema yang diusung.

Tak lama, ide tersebut saya dapatkan ketika teringat momen silaturahmiku pada malam minggu, 06/05/2015 lalu.

Apakah Silaturahmi termasuk ke dalam Ibadah? Ini jawabannya:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (١

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang.

1. Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan ka-mu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.

Lalu, peristiwanya sebagai berikut:

Setelah menunaikan salat Tarawih, saya bergegas pergi dengan memacu sepeda Motor untuk menempuh perjalanan menuju rumah omku. Sesampainya di sana, saya bersalaman dengan om dan tante. Setiap kali bersilaturahmi dengan mereka, saya terbiasa menghabiskan waktu dengan berdiskusi bersama omku.

 

Semuanya berawal dari pertanyaan yang dilontarkan oleh omku: “Kalau sudah besar, cita-citamu ingin menjadi apa?”

 

Dengan pertanyaan tersebut, saya meyadari bahwa cita-citaku seperti: “Ingin menjadi orang yang berguna, karena orang yang berguna sudah tentu sukses” atau “Ingin mensejahterakan Negara dengan berusaha meniadakan kesenjangan ekonomi” adalah sesuatu yang tidak tepat.

 

Setelah berdiskui alot mengenai jawaban dari pertanyaan tersebut, akhirnya masalah terpecahkan dan saya dapat menyimpulkan bahwa orang yang tidak mengenyam pendidikan saja bisa bermanfaat, itu berarti bahwa kita dapat menjadi orang yang berguna tanpa harus menunggu menjadi orang yang sukses terlebih dahulu.

 

Lalu, Tidak akan mungkin ada suatu negara yang tidak mengalami kesenjangan ekonomi. Jika warga suatu Negara kaya semua, maka Negara tersebut tidak akan balance. Perumpamaannya, ada siang dan ada malam; ada matahari dan ada bulan; ada laki-kaki dan ada wanita. Semua diciptakan berpasangan, ndak akan balance kalau ndak berpasangan. Jika ada si kaya, maka pasti ada si kurang beruntung. Bayangkan kalau semuanya kaya dan tidak ada yang kurang beruntung, kalau semua berpangkat tinggi, lantas siapa yang pangkatnya rendah? Kalau ada yang meninggal, lantas siapa yang menggali kubur?

 

Jadi, pilihannya tinggal dua: menjadi worker, atau leader. Untuk menjadi seorang leader, minimal harus mempunyai empat modal sebagai berikut:

 

  1. Kemampuan Diri; karena dalam menjalankan misi, kita pasti dihadapkan dengan dua kemungkinan, apakah berhasil atau gagal, dan untuk mencapai keberhasilan tersebut, tentunya dibutuhkan kemampuan diri yang mumpuni dan kompetitif,
  2. Kerjasama Tim; karena dalam menjalankan misi, kita tidak mungkin bekerja secara individual dan yang perlu diingat adalah tidak ada eksistentsi atau keberadaan yang berdiri sendiri di dunia ini,
  3. Cara Berpikir; karena dalam menjalankan misi, dibutuhkan tim yang setiap anggotanya memiliki visi yang sejalan dengan pemimpinnya, hal tersebut dapat mencegah timbulnya pro dan kontra, dan untuk menjaga kekompakan sebuah tim, latihlah kepekaan untuk menghindari pemikiran ego.
  4. Visioner; karena merencanakan sesuatu adalah hal yang penting, paling tidak ide bagus yang kita miliki dicatat di dalam diary, jangan sampai ide bagus tersebut terlupakan dan pada akhirnya hanya menjadi angan-angan belaka, intinya hidup harus mempunyai tujuan, toh kereta api yang jalannya statis pada rel saja punya tujuan.

 

Dengan hal tersebut, saya dapat mengambil pelajaran untuk hidup dengan mempunyai tujuan karena saya menyadari bahwa cita-cita seseorang dari masa ke masa pasti akan berubah. Dan yang terpenting adalah merealisasikan ide dan pengetahuan menjadi nyata, mengimplementasikannya dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Ini hikmahku, mana hikmahmu? 🙂

Lazada-blog-finalist125

About the Author

Kontributor artikel pada Blog Lazada Competition 2015. Silahkan baca, share dan tuliskan komentar untuk posting keren ini :)

PROMOTION

homepage