5 Tips Puasa Ramadhan Bagi Ibu Menyusui

5 Tips Puasa Bagi Ibu Menyusui —¬†Kewajiban puasa Ramadhan hukumnya adalah wajib bagi setiap umat muslim, tidak terkecuali bagi ibu hamil dan menyusui. Tentunya bagi ibu hamil yang tidak kuat melaksanakan ibadah puasa dengan menggantinya di hari lain dan dapat membayar fidyah. Baca Juga: Tata Cara Membayar Fidyah¬†

Ibu Menyusui Apakah Boleh Puasa

pada posting sebelumnya kita telah membahas kondisi seorang ibu hamil harus membatalkan puasanya. Bagaimana dengan ibu menyusui? Ternyata komposisi ASI atau kualitasnya tidak akan berubah meskipun seorang ibu berpuasa selama 14 jam. Hal ini terjadi karena tubuh mengambil cadangan zat-zat gizi, yaitu energi, lemak dan protein serta vitamin dan mineral dari simpanan tubuh.

Simpanan tubuh tadi akan diganti ketika ibu berbuka puasa sehingga dipastikan ibu tidak akan kekurangan gizi. Namun, sangat dianjurkan pada para ibu yang masih menyusui eksklusif (usia bayi kurang dari 6 bulan) untuk menunda berpuasa atau tidak berpuasa.

Sebab pada masa menyusui eksklusif, ASI adalah satu-satunya asupan cairan dan gizi bagi bayi. Pada masa ini, metabolisme tubuh ibu bekerja dengan giat untuk terus menerus memproduksi ASI dengan komposisi yang lengkap.

Tips berikut ini dapat bermanfaat bagi ibu menyusui yang memutuskan untuk tetap berpuasa:

1. Periksakan Diri ke Dokter

Ibu menyusui disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Nantinya dokter atau bidan akan melakukan pemeriksaan kesehatan, sehingga akan memberikan rekomendasi apakah sang ibu tidak membahayakan sang bayi ketika berpuasa bayi.

2. Menjaga Keseimbangan Gizi

Ibu menyusui yang sedang berpuasa harus memperhatikan keseimbangan gizi dengan cara mempertahankan pola makan 3x sehari. Ibu dapat makan 3x sehari yakni pada saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Hal ini disebabkan karena ibu yang sedang menyusui membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori perhari, 500 kalori diambil dari pola makan tersebut dan 200 kalori lainnya diambil dari cadangan lemak dalam tubuh.

3. Hindari Dehidrasi

Jangan lupakan kebutuhan tubuh Anda akan Air. Tubuh kita terdiri dari 80% air, maka manfaatkan waktu sahur dan berbuka puasa untuk meminum cukup air. Air bukah hanya berarti air putih namun Anda dapat memilih teh, susu, jus, buah atau makanan sayuran. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil dan menyusui

4. Tidur yang Cukup

Ini akan membantu Anda agar tidak mengeluarkan cairan tubuh berlebihan karena sengatan matahari atau yang lainnya. Selain itu, tidur siang akan mengurangi rangsangan lapar yang berasal dari perut.

5. Konsumsi Makanan Sehat Yang Dianjurkan

Dengan meminum madu, kurma dan habbatussauda, diharapkan kuantitas dan kualitas ASI tetap terjaga, karena madu, kurma dan habbatussauda merupakan vitamin alami dan komposisinya lengkap.

Perlu ibu menyusui ketahui, bahwa semakin sering payudara dihisap oleh bayi, maka produksi ASI akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar.

Sumber: wartanews.com/


PROMOTION

homepage