4 Jurus Lenovo A6000 Meraih Sukses di Indonesia

Artikel ini disubmit oleh: Nico Chandra Alam Pada 17 Maret 2015

Setelah sukses mengakuisisi Motorola, Lenovo ternyata mendapat lebih dari sekedar loncatan “market share” yg menjadikannya pabrikan smartphone dengan pengiriman terbesar ketiga dibawah Samsung dan Apple di 6,5% pada quartal ke-4 tahun 2014 lalu, ataupun juga terbukanya pasar-pasar baru yg secara langsung dapat dipenetrasi oleh pabrikan tiongkok ini, yang sebelumnya jarang terdengar gaungnya di pasar Amerika Utara dan sekitarnya.

 

Lebih dari itu, Lenovo juga mendapatkan virtue atau kebajikan dari Motorola, yang selalu berusaha untuk menghasilkan produk-produk yang berkarakter dan bahkan iconik. Yang sedikit banyak, akan berdampak positif pada strategi, agresif, dan masif-nya Lenovo, dalam menggelontorkan produk-produk berspesifikasi tinggi dengan harga yang sangat bersaing.

 

Pengaruh “pakem” Motorola yang dilebur dalam strategi agresifnya Lenovo mulai terlihat pada produk-produk terbaru Lenovo seperti Lenovo Vibe Z2 dengan balutan full aluminium bodynya, juga Lenovo Vibe X2 yg merupakan smartphone pertama di dunia dengan design multi-layerednya.

 

Walau sayangnya, Motorola effect tersebut belum dijabarkan oleh Lenovo untuk produkproduk kelas pemulanya, yang masih bermain aman dengan design yang lebih mainstream. Walau keputusan ini sangat bisa dimengerti, mengingat konsumen di pasar ini, umumnya lebih berorientasi pada spesifikasi dibandingkan design yang berkelas dengan konpensasi harga jual yang lebih mahal dari para pesaingnya.

 

Lenovo A6000 adalah contoh yang tepat dalam menggambarkan bagaimana jurus-jurus Lenovo dalam upayanya merobohkan para pesaing di pasar dengan tingkat gesekan yang luar biasa tinggi tersebut.

 

Jurus Pertama = Design

Sekilas, design Lenovo A6000 ini sangat umum: Full Plastik, Mengotak, dengan tiga tombol kapasitif dibawah layar. namun ternyata ada detil-detil pembeda yang menegaskan bahwa design A6000 ini telah melalui proses perhitungan, pemikiran dan juga pabrikasi yang matang. Ketipisannya yang tetap terjaga di 8,2mm patut diapresiasi, seperti halnya bobot yang tergolong ringan di 128 gram saja.

 

Kualitas pabrikannya juga sangat baik dengan penggunaan plastik solid yang di-moulding dengan tingkat presisi yang tinggi. Selain solid, plastik cangkang belakang juga bertekstur matte finish yang halus dan berfungsi untuk meningkatkan Grip tangan kita. Screen to body ratio-nya juga sudah terbilang baik dan memudahkan navigasi jemari kita di layar 5 Inch-nya.

 

Jurus Ke-dua = Konektivitas

Kalau harus mendeskripsikan Konektivitas Lenovo A6000 dengan dua kata saja, saya akan menjawab “Future-Proof”. Ya, penggunaan processor dengan platform komputasi 64bit plus konektifitas 4G adalah alasannya. Dan untuk sebuah smartphone yang rencananya akan dijual dengan kisaran harga 1,5 – 1,8 juta rupiah hal ini sudah sangat luar biasa. Dan Lenovo A6000 ini berlayar di lautan biru yang luas, karena pesaingnya masih sangat jarang di kisaran harga jualnya tersebut. Dan dengan kehadirannya di pasar tanah air, konsumen akan dimanjakan oleh sebuah produk berkualitas, yang mampu menjawab hype 4G LTE di Indonesia. Smart move lenovo !!!

 

Jurus Ke-tiga = Hardware

Penggunaan Processor Snapdragon 410 juga menjanjikan pengalaman gaming yang cukup baik dengan score antutu di level 20ribuan. Game-game dengan grafik berat seperti Asphalt 8, Kritika, juga N.O.V.A 3 seharusnya masih bisa dijalankan dengan frame-rate yang relatif aman. Ditambah lagi daya tahan baterainya yang diluar dugaan ternyata terbilang cukup baik, membuat aktivitas gaming kita bisa lebih fokus untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran total, tanpa harus terlalu sering melihat indikator baterai yang biasanya cepat terkuras.

 

Jurus Ke-Empat = Multimedia

Earphone bawaannya memang masih berkualitas standar-standar saja, namun speaker body stereo di belakang yang sudah ditopang oleh teknologi Dolby mampu memuaskan para penikmat musik, penonton video, bahkan penggila streaming youtube yang terkadang merasa repot untuk menggunakan earphone-nya. Ringtone ketika ada panggilan telfon masukpun jelas akan terdengar lebih nyaring. Dan kualitas speaker body seperti ini sangat jarang kita temui di Smartphonesmartphone entry-level.

 

Kesimpulan

Keempat Jurus diatas adalah hal-hal yang menonjol dari Lenovo A6000 ini dibanding para kompetitor di level harga sepantarannya. Walaupun sektor-sektor seperti kamera, User Interface, juga Display tidak disebutkan disana, namun bukan karena kualitasnya yang buruk, namun lebih karena sudah banyak brand-brand lain yang mampu menyuntikan Kamera, UI, juga Display dengan kualitas yang setara di kisaran harga 1,5 Juta – 1,8 Jutaan.

 

 

Jadi, dengan berbagai keunggulannya, Lenovo A6000 dipercaya akan sangat mampu untuk bersaing, bukan hanya sekedar merobohkan para kompetitornya, namun bahkan mempunyai potensi untuk memenangi kompetisi persaingan yang super ketat dikelas smartphone terjangkau namun berkualitas. Good Job Lenovo !!!

Lazada

About the Author

Kontributor artikel pada Blog Lazada Competition 2015. Silahkan baca, share dan tuliskan komentar untuk posting keren ini :)

PROMOTION

homepage