11 Cara Mencegah & Mengatasi Amarah di Bulan Puasa

11 Cara Mencegah & Mengatasi Amarah di Bulan Puasa — Tentunya kita sudah mengetahui, pada dasarnya terdapat 3 hal yang wajib ditahan pada bulan Ramadhan yakni menahan makan dan minum, hawa nafsu dan amarah. Kali ini blog lazada akan memberikan beberapa saran untuk menyiasati agar kita tidak mudah terpancing amarah ketika menjalankan puasa.

wanita-marah

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda :

“Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam gulat tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan nafsu amarahnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Mencegah Marah:

1. Sholat 5 Waktu

Salah satu sumber amarah adalah hati yang tidak tenang dan sholat merupakan obat yang mujarab untuk mendapatkan ketenangan hati, jiwa dan raga. Soal ketenangan jiwa adalah janji Allah yang sudah pasti akan diberikan kepada orang yang shalat. Ada jaminan yang pasti bahwa orang yang benar dalam shalatnya bakal memperoleh ketenangan ini. Allah SWT berfirman:

“Tegakkan shalat untuk mengingat-Ku.“ (Qs. Thaha: 14) “Ketahuilah, dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang.” (Qs. Ar-Ra’du: 28)

2. Membaca Al-Qur’an

Membaca ayat suci Al-Qur’an tidak hanya mendapatkan pahala tapi juga bisa menenangkan jiwa. Bagi Anda yang sedang dalam kondisi ingin marah, maka bersegeralah membaca Al-Qur’an atau mendengarkan murottal. Dengan mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’an, hati akan lebih tenang dan emosi bisa berkurang.

3. Menghindari Dehidrasi

Sebuah penelitian menemukan bahwa kurangnya konsumsi air setiap hari akan membuat seseorang (terutama wanita) menjadi cepat marah. Dehidrasi membuat emosi tidak stabil tanpa sebab yang jelas. Karena itu, sebaiknya Anda penuhi kebutuhan tubuh akan air pada saat sahur dan berbuka puasa.

4. Tidur Cukup

Kurangnya waktu tidur juga bisa membuat seseorang mudah emosi. Dalam bulan yang penuh berkah ini, pertahankan juga kualitas tidur kamu tanpa meninggalkan ibadah. kamu akan lebih sering terjaga di bulan Ramadhan, yang penting kualitas tidur kamu baik, maka kamu bisa tetap prima dan fit selama bulan Ramadhan. * Baca Juga: Tips Tidur Berkualitas Saat Puasa dan 5 Hikmah/Manfaat Tidur Ketika Puasa

5 Berdzikir

Firman Allah dalam surah Ar-Ra’d ayat 28 ألا بذكر الله تطمعن القلوب yang artinya: Ketahuilah, dengan berdzikir kepada Allah jiwa (hati) menjadi tenang, damai (tenteram).

Mengatasi Marah:

1. Berwudhu

“Sesungguhnya marah-marah dari Setan, dan sesungguhnya setan diciptakan dari api, dan sesungguhnya api dimatikan dengan air. Maka ketika salah satu kalian marah-marah maka hendaklah berwudhu” (HR. Abu Dawud)

2. Membaca Ta’awudz

Nabi besar kita, Muhammad SAW telah mengajarkan umat Islam untuk mengucapkan Ta’awudz untuk menghindari amarah. Nabi Shalallahu alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya aku akan ajarkan suatu kalimat yang kalau diucapkan akan hilang apa yang ada padanya. Yaitu sekiranya dia mengucapkan : Audzubillahi minasy Syaithani rrajiim.”

Bacaan Ta’awudz:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
A`ūdzu billāhi minas-syaitānir-rajīmi
Artinya: “Aku memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk”

3. Segeralah Duduk

Apabila dengan taawudz kemarahan belum hilang maka disyariatkan dengan duduk, tidak boleh berdiri. Apabila salah seorang diantara kalian marah dalam keadaan berdiri duduklah, jika belum hilang maka berbaringlah.?Hal ini karena marah dalam berdiri lebih besar kemungkinannya melakukan kejelekan dan kerusakan daripada dalam keadaan duduk. Sedangkan berbaring lebih jauh lagi dari duduk dan berdiri.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ketika salah satu kalian marah dalam keadaan berdiri maka hendaklah duduk, maka hilang marah-marahnya. Dan jika tidak hilang maka hendaklah berbaring” (HR. Abu dawud)

4. Mengambil Sikap Diam, Tidak Banyak Berbicara

Diam tidak berbicara ketika marah merupakan obat yang mujarab untuk menghilangkan kemarahan, karena banyak berbicara dalam keadaan marah tidak bisa terkontrol sehingga terjatuh pada pembicaraan yang tercela dan membahayakan dirinya dan orang lain.

5. Mengingat agungnya balasan bagi orang yang mau memaafkan

ذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ يُنَادِي مُنَادٍ فَيَقُولُ : أَيْنَ الْعَافُونَ عَنِ النَّاسِ ؟ هَلُمُّوا إِلَى رَبِّكُمْ خُذُوا أُجُورَكُمْ ، وَحَقَّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ إِذَا عَفَا أَنْ يُدْخِلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ

“Jika hari kiamat tiba , terdengarlah suara panggilan, “Manakah orang-orang yang dahulu (di dunia) memaafkan kesalahan sesama manusia?. Datanglah kalian kepada Tuhan-mu dan terimalah pahala-pahalamu .Dan menjadi hak setiap muslim jika ia memaafkan kesalahan orang lain untuk masuk surga.” (H.R; Adh Dhahak dari Ibnu Abbas).

6. Mengingat Besarnya Pahala Menahan Amarah

Menahan amarah adalah sifat terkemuka orang-orang yang bertakwa. Sebagaimana Firman Allaah SWT:

“Dan bersegeralah menuju ampunan dari tuhanmu dan surga yang seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang mendermakan hartanya dalam keadaan senang dan susah, menahan amarah,dan suka memaafkan kesalahan orang. Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik,” (QS. Al-Balad 11-13).

*Sumber:

http://pondokibu.com/
http://www.islampos.com/
http://www.dudung.net/artikel-islami


PROMOTION

homepage